Wall Street Menghijau

    Antara - 20 Maret 2020 07:12 WIB
    Wall Street Menghijau
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), didorong reli saham energi dan teknologi setelah penurunan tajam baru-baru ini karena pembuat kebijakan di seluruh dunia mengambil tindakan darurat lebih lanjut untuk membantu pasar keuangan mengatasi kerusakan ekonomi akibat virus korona atau covid-19.

    Mengutip Antara, Jumat, 20 Maret 2020, indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 188,27 poin atau 0,95 persen menjadi 20.087,19 poin. Indeks S&P 500 bertambah 11,29 poin atau 0,47 persen menjadi 2.409,39 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 160,73 poin atau 2,30 persen menjadi 7.150,58 poin.

    Saham-saham teknologi utama AS, termasuk Facebook, Amazon, Netflix, dan induk perusahaan Google Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi. Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 meningkat, dengan sektor energi melonjak 4,57 persen, memimpin kenaikan dibantu oleh harga minyak mentah AS yang melonjak hampir 25 persen, rekor kenaikan satu hari terbesar.

    Pergerakan pasar mengikuti kekalahan besar di sesi sebelumnya. Dow turun menjadi 19.898,92 pada Rabu waktu setempat, menandai penutupan pertama di bawah 20.000 sejak Februari 2017. Indeks S&P 500 jatuh ke level terendah sejak Desember 2018.

    S&P 500 jatuh tujuh persen pada Rabu sore 18 Maret, memicu penghentian perdagangan 15 menit kedua minggu ini dan keempat dalam dua minggu.

    Investor terus mengukur respons Washington terhadap virus korona. Presiden AS Donald Trump pada Rabu, 18 Maret menandatangani RUU untuk memperluas cuti sakit yang dibayar, meningkatkan asuransi pengangguran, dan memastikan pengujian gratis sebagai tanggapan terhadap wabah covid-19.

    Dalam jumpa pers Gedung Putih pada Selasa, 17 Maret, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan dia bekerja dengan anggota parlemen mengenai rencana stimulus ekonomi signifikan, yang mencakup langkah-langkah dukungan untuk usaha kecil, maskapai penerbangan dan hotel, serta potensi pembayaran tunai untuk pekerja Amerika.

    Pemerintahan Trump telah mengusulkan paket bantuan total USD850 miliar, tetapi diskusi kemudian termasuk pengeluaran sebanyak USD1,2 triliun, Bloomberg melaporkan sebelumnya, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini.

    Jumlah kasus covid-19 di Amerika Serikat telah mencapai 11.000 pada Kamis, 19 Maret, menurut Center for Systems Science and Engineering di Universitas Johns Hopkins. Awal pekan ini, Trump mengatakan ekonomi AS mungkin menuju resesi dan bahwa wabah covid-19 bisa berlangsung berbulan-bulan.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id