comscore

Berikut Sejumlah Nama Besar yang Masuk Pandora Papers

Angga Bratadharma - 05 Oktober 2021 09:33 WIB
Berikut Sejumlah Nama Besar yang Masuk Pandora Papers
Ilustrasi. FOTO: AFP
New York: Penyelidikan baru yang luas jangkauannya oleh konsorsium media International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) mengungkapkan lebih dari selusin kepala negara dan pemerintahan, dari Yordania hingga Azerbaijan, Kenya, dan Republik Ceko, telah menggunakan surga pajak lepas pantai untuk menyembunyikan aset senilai ratusan juta dolar.

Investigasi yang disebut sebagai Pandora Papers melibatkan sekitar 600 jurnalis dari media termasuk The Washington Post, BBC dan The Guardian dan didasarkan pada kebocoran sekitar 11,9 juta dokumen dari 14 perusahaan jasa keuangan di seluruh dunia.
Mengutip Channel News Asia, Selasa, 5 Oktober 2021, sekitar 35 pemimpin saat ini dan mantan pemimpin ditampilkan dalam kumpulan dokumen terbaru yang dianalisis oleh ICIJ menghadapi tuduhan mulai dari korupsi hingga pencucian uang dan penghindaran pajak global.

Di sebagian besar negara, ICIJ menekankan, memiliki aset di luar negeri atau menggunakan perusahaan cangkang untuk melakukan bisnis lintas batas negara bukan hal ilegal.

Tetapi pengungkapan seperti itu justru mempermalukan para pemimpin yang mungkin telah berkampanye secara terbuka menentang penghindaran pajak dan korupsi, atau menganjurkan langkah-langkah penghematan di dalam negeri.

Berikut di antara nama besar yang diungkapkan dokumen Pandora Papers yakni Raja Yordania Abdullah II yang diduga menciptakan jaringan perusahaan lepas pantai dan surga pajak untuk membangun kerajaan properti senilai USD100 juta dari Malibu, California, Washington, hingga London.

Kedutaan Yordania di Washington menolak berkomentar, tetapi BBC mengutip pengacara raja yang mengatakan semua properti dibeli dengan kekayaan pribadi, dan itu adalah praktik umum bagi individu terkenal membeli properti melalui perusahaan lepas pantai untuk alasan privasi dan keamanan.

Keluarga dan rekan-rekan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev -yang telah lama dituduh korupsi di negara Asia tengah itu- diduga diam-diam terlibat dalam transaksi properti di Inggris senilai ratusan juta.

Selain itu, dokumen tersebut juga menunjukkan Perdana Menteri Ceko Andrej Babis membeli kastil senilai USD22 juta di selatan Prancis. Namun, ia mengaku tidak bersalah atau melakukan sesuatu yang ilegal. "Saya tidak pernah melakukan sesuatu yang ilegal atau salah," kata Babis.

Secara total, ICIJ menemukan hubungan antara hampir 1.000 perusahaan di surga lepas pantai dan 336 politisi tingkat tinggi serta pejabat publik, termasuk lebih dari selusin kepala negara dan pemerintahan, pemimpin negara, menteri kabinet, duta besar, dan lain-lain. Lebih dari dua pertiga perusahaan didirikan di Kepulauan Virgin Britania Raya.

Hampir dua juta dari 11,9 juta dokumen yang bocor berasal dari firma hukum bergengsi Panama Aleman, Cordero, Galindo & Lee (Alcogal), yang menurut ICJ telah menjadi magnet bagi orang kaya dan berkuasa dari Amerika Latin dan di luarnya yang berusaha menyembunyikan kekayaan di luar negeri.

Alcogal, yang kliennya diduga termasuk Raja Yordania dan Perdana Menteri Ceko, menolak tuduhan adanya transaksi curang, dengan mengatakan sedang mempertimbangkan tindakan hukum untuk mempertahankan reputasinya.

"Saya kira itu sebagian besar menunjukkan bahwa orang-orang yang dapat mengakhiri kerahasiaan lepas pantai, dapat mengakhiri apa yang terjadi, mendapatkan keuntungan darinya sendiri," kata Direktur ICIJ Gerard Ryle.

Lebih lanjut, investigasi ICIJ lainnya di antaranya mengungkapkan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, yang kritis terhadap celah pajak, terbukti secara hukum menghindari membayar bea meterai atas properti bernilai jutaan poundsterling di London.

Kemudian, anggota lingkaran dalam Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, termasuk menteri kabinet dan keluarga mereka, dikatakan diam-diam memiliki perusahaan dan perwalian yang memegang jutaan dolar.

Vladimir Putin tidak disebutkan secara langsung dalam laporan tersebut, tetapi ia dihubungkan melalui rekanan ke aset rahasia di Monako, terutama rumah tepi laut yang diperoleh oleh seorang wanita Rusia yang diyakini memiliki anak dengan pemimpin Rusia itu, The Washington Post melaporkan.
   
Presiden Kenya Uhuru Kenyatta -yang telah berkampanye melawan korupsi dan untuk transparansi keuangan- dituduh bersama dengan beberapa anggota keluarga secara diam-diam memiliki jaringan perusahaan lepas pantai.
   
Selain politisi, tokoh masyarakat yang diekspos termasuk penyanyi Shakira, supermodel Jerman Claudia Schiffer, dan legenda kriket India Sachin Tendulkar. Perwakilan dari ketiganya mengatakan kepada ICIJ bahwa investasi itu sah dan menolak jika dilakukan untuk penghindaran pajak.

The Pandora Papers adalah yang terbaru dari serangkaian kebocoran dokumen keuangan ICIJ massal, dari LuxLeaks pada 2014, hingga Panama Papers 2016 -yang memicu pengunduran diri Perdana Menteri Islandia dan membuka jalan bagi pemimpin Pakistan untuk digulingkan. Kemudian diikuti oleh Paradise Papers pada 2017 dan file FinCen pada 2020.

Dokumen di balik penyelidikan terbaru diambil dari perusahaan jasa keuangan di negara-negara termasuk Kepulauan Virgin Britania Raya, Panama, Belize, Siprus, Uni Emirat Arab, Singapura, dan Swiss.
 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id