The Fed Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan AS

    Angga Bratadharma - 06 November 2020 07:40 WIB
    The Fed Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan AS
    Ketua The Fed Jerome Powell. FOTO: Alex Wong/AFP
    Washington: Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan di level terendah mendekati nol persen. Keputusan itu diambil di tengah ketidakpastian tentang hasil akhir Pemilihan Presiden (Pilpres) AS.

    "Aktivitas ekonomi dan pekerjaan terus pulih tetapi tetap jauh di bawah level mereka pada awal tahun," kata Fed dalam sebuah pernyataan setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari dengan jalur ekonomi AS akan bergantung secara signifikan pada gerak kasus virus korona, dikutip dari Xinhua, Jumat, 6 November 2020.

    Fed menambahkan krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan terus membebani aktivitas ekonomi, lapangan kerja, dan inflasi dalam waktu dekat. "Dan menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah," kata Fed.

    Bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada kisaran 0-0,25 persen dan berjanji untuk menggunakan berbagai alat guna mendukung ekonomi AS dalam masa yang menantang ini.

    The Fed mengharapkan akan tepat untuk mempertahankan kisaran target ini sampai kondisi pasar tenaga kerja mencapai level yang konsisten dan inflasi telah meningkat hingga dua persen serta berada di jalur yang cukup melebihi dua persen untuk beberapa waktu.

    Ketua Fed Jerome Powell menegaskan kembali bahwa prospek ekonomi sangat tidak pasti dan akan sangat bergantung pada keberhasilan upaya untuk menjaga penyebaran virus korona tetap terkendali. Ia mengatakan meningkatnya kasus covid-19 baru-baru ini, baik di AS maupun di luar negeri, sangat memprihatinkan.

    Ia menambahkan pemulihan ekonomi secara penuh sulit terjadi sampai masyarakat yakin untuk terlibat kembali dalam berbagai aktivitas secara aman. "Kita semua memiliki peran yang dimainkan untuk merespons pandemi," kata Powell.

    Powell mencatat laju pemulihan ekonomi AS telah melambat dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya lebih banyak dukungan kebijakan fiskal dan moneter diperlukan untuk membawa ekonomi AS kembali ke tingkat sebelum pandemi.

    "Perlu beberapa saat untuk kembali ke tingkat kegiatan ekonomi dan lapangan kerja yang berlaku pada awal tahun ini. Dan mungkin diperlukan dukungan lanjutan dari kebijakan moneter dan fiskal guna mencapai itu," kata Powell.

    Pertemuan Fed dilakukan ketika Amerika Serikat memecahkan rekor dalam hal kenaikan kasus covid-19 dan di sisi lain orang-orang di seluruh negeri menunggu hasil keputusan Pilpres AS. "Meskipun tidak ada perubahan kebijakan, Federal Reserve, menghadapi kemungkinan pemerintah yang terpecah di Washington," kata Kepala Ekonom RSM US LLP Joseph Brusuelas.

    The Fed telah memangkas suku bunga acuan hingga mendekati nol persen pada dua pertemuan tak terjadwal pada Maret dan mulai membeli sejumlah besar surat berharga AS dan sekuritas yang didukung hipotek untuk memperbaiki pasar keuangan. Fed juga meluncurkan program pinjaman baru untuk menyediakan hingga USD2,3 triliun untuk mendukung ekonomi AS.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id