2021, Persaingan AS-Tiongkok Berpotensi Meluas ke Wilayah Baru

    Angga Bratadharma - 07 Januari 2021 08:30 WIB
    2021, Persaingan AS-Tiongkok Berpotensi Meluas ke Wilayah Baru
    Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones
    Singapura: Konsultan Risiko Eurasia Group mengungkapkan persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dapat meluas ke wilayah baru pada tahun ini. Kondisi itu tentu semakin memperumit hubungan yang sudah tegang yang telah mengancam ekonomi global selama beberapa tahun terakhir.

    Di antara 10 risiko teratas untuk 2021 yang diprediksi oleh Eurasia Group adalah ketegangan AS-Tiongkok yang semakin meluas. "Salah satu sumber potensi gesekan baru (adalah ketegangan antara AS-Tiongkok) dalam teknologi hijau," kata Analis Senior Eurasia Group Leon Levy, dilansir dari CNBC International, Kamis, 7 Januari 2021.

    Risiko itu, Levy mengatakan, muncul terutama sejak Presiden AS terpilih Joe Biden -yang akan dilantik pada 20 Januari- telah mencatat penanganan perubahan iklim sebagai salah satu prioritasnya. Hal tersebut tentu patut diwaspadai agar tidak menekan laju perekonomian dunia.

    "Apa yang mungkin kita lihat adalah lebih banyak persaingan dalam energi hijau antara AS dan Tiongkok. Dan itu akan membuka babak baru yang belum pernah kita lihat dalam empat tahun terakhir di bawah (kepemimpinan Presiden AS Donald) Trump," ucapnya.

    Eurasia Group dalam laporan tahunannya menyebut Tiongkok saat ini menjadi pemimpin dalam pengembangan banyak energi dan teknologi bersih termasuk baterai, tenaga surya, dan angin. Beijing juga telah berusaha untuk mencetak poin diplomasi publik dan melampaui AS dengan berjanji untuk menjadi negara netral karbon pada 2060.

    Sebaliknya, AS menempatkan masalah iklim di barisan belakang di bawah komando Presiden AS Donald Trump, yang menarik negaranya keluar dari perjanjian Paris dan sering menepis kekhawatiran tentang perubahan iklim. Eurasia Group berpandangan Biden akan bersemangat untuk mengejar ketinggalan tersebut.

    "AS akan melakukan investasi besar untuk mengembalikan sebagian rantai pasokan energi bersih ini ke AS, dan berusaha mempermalukan investasi batu bara Tiongkok di luar negeri, serta mengumpulkan sekutu untuk menekan Tiongkok pada masalah iklim dan energi bersih," kata laporan Eurasia Group.

    Selain teknologi hijau, Eurasia Group menambahkan, preferensi Biden untuk melawan Tiongkok dapat menambah ketegangan antara kedua negara. Biden mengaku akan berkonsultasi dengan sekutu AS di Eropa dan Asia untuk mengembangkan strategi yang baik di Tiongkok.

    "Akan tetapi, strategi itu pada gilirannya akan menciptakan celah yang lebih dalam antara Beijing dan sekutu AS dan mengarah pada pertempuran diplomasi antara AS dan Tiongkok," tutup Eurasia Group.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id