Iming-Imingi Kerja Sama, Tiongkok Minta AS Hapus Sanksi dan Pengenaan Tarif

    Angga Bratadharma - 23 Februari 2021 11:01 WIB
    Iming-Imingi Kerja Sama, Tiongkok Minta AS Hapus Sanksi dan Pengenaan Tarif
    Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones



    Beijing: Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi meminta Pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang baru untuk menghentikan penindasan terhadap perusahaan teknologi Tiongkok. Hal itu diserukan sebagai persyaratan untuk tercipta kerja sama antara AS-Tiongkok di masa mendatang.

    Mengutip masalah keamanan nasional, mantan Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memberikan sanksi kepada puluhan perusahaan Tiongkok dalam tiga tahun terakhir. Raksasa telekomunikasi Tiongkok Huawei adalah salah satu perusahaan paling terkemuka yang menderita dari sanksi tersebut.




    Akibat sanksi yang diberikan Trump, Huawei, turun dari vendor smartphone nomor satu secara global ke urutan keenam pada tahun lalu. Berangkat dari persoalan itu yang membuat Tiongkok ingin AS menghapus tarif dan sanksi terhadap perusahaan Tiongkok, dan mengabaikan penindasan irasional terhadap kemajuan teknologi Tiongkok.

    "Sehingga dapat menciptakan kondisi yang diperlukan untuk kerja sama Tiongkok-AS," kata Wang, dilansir dari CNBC International, Selasa, 23 Februari 2021,

    Wang juga meminta AS untuk mendukung mahasiswa internasional Tiongkok dan menghapus batasan pada kelompok budaya dan outlet media di Amerika. Pernyataan itu dilontarkan ketika dia berbicara di sebuah forum di Beijing dengan tema 'Membawa Hubungan Tiongkok-AS Kembali ke Jalur yang Benar'.

    Ketegangan antara kedua negara terakselerasi di bawah Pemerintahan Trump, dengan menggunakan pungutan dan daftar hitam untuk mengatasi keluhan bisnis yang sudah berlangsung lama tentang perlindungan kekayaan intelektual, persyaratan untuk transfer teknologi paksa, dan dominasi negara di pasar.

    Meskipun masih belum jelas tindakan pasti apa yang mungkin diambil oleh Presiden AS Joe Biden, ia telah mempertahankan sikap tegas sejak menjabat sekitar sebulan yang lalu. Sedangkan Biden mengatakan kepada sekutunya di Eropa bahwa semua pihak harus mempersiapkan persaingan strategis jangka panjang dengan Tiongkok.

    Pekan lalu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan tarif era Trump akan tetap berlaku dan bahwa setiap perubahan akan bergantung pada kepatuhan Tiongkok terhadap komitmen kesepakatan perdagangan. Sementara Biden diharapkan lebih menekankan pada isu-isu terkait hak asasi manusia seperti Hong Kong, Xinjiang, dan Tibet.

    Namun, Wang menegaskan kembali bahwa kawasan itu adalah bagian dari urusan dalam negeri Tiongkok dan bahwa hubungan dengan AS hanya dapat meningkat jika posisi Beijing dihormati. Senada, Duta Besar Tiongkok untuk AS, Cui Tiankai, mengatakan Beijing dan Washington harus menentukan batas-batas kebijakan luar negeri mereka.

    Terlepas dari itu, pimpinan kedua negara tetap terbuka untuk kerja sama di beberapa bidang, seperti pengurangan emisi karbon. Wang mengatakan kedua negara dapat bekerja sama dalam mengatasi pandemi virus korona dan mendukung pemulihan ekonomi global, dan menekankan bahwa Beijing tetap mendukung bisnis Amerika di Tiongkok.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id