Imbal Hasil Obligasi AS Kembali Meroket

    Angga Bratadharma - 06 April 2021 10:01 WIB
    Imbal Hasil Obligasi AS Kembali Meroket
    Ilustrasi. FOTO: Hector Mata/AFP



    Washington: Imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) bertenor 10 tahun bergerak lebih tinggi pada Senin waktu setempat. Lonjakan terjadi di tengah langkah para pedagang mencerna laporan yang dirilis terkait data pekerjaan pada Maret.

    Mengutip CNBC International, Selasa, 6 April 2021, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik menjadi 1,7181 persen dalam perdagangan pagi. Sedangkan imbal hasil pada obligasi AS bertenor 30 tahun juga naik menjadi 2,374 persen. Imbal hasil obligasi bergerak berbanding terbalik dengan harga.






    Kondisi itu terjadi setelah nonfarm payrolls atau data pekerjaan untuk bulan lalu naik 916 ribu. Angka itu lebih dari perkiraan analis dan menandai pertumbuhan tercepat sejak Agustus 2020. Sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi enam persen.

    Kenaikan juga terjadi usai Presiden AS Joe Biden meluncurkan paket infrastruktur dan pemulihan ekonomi, yang mencakup pengeluaran untuk transportasi, broadband, dan perumahan yang terjangkau. Rencana tersebut akan didanai sebagian oleh kenaikan tarif pajak perusahaan menjadi 28 persen.

    Namun, rencana kenaikan pajak bakal menghadapi beberapa perlawanan dari Partai Republik, dengan Senator Roy Blunt dari Missouri mendesak Pemerintah Biden untuk mengurangi paket yang diusulkan. Dia menyerukan peralihan fokus ke infrastruktur seperti jalan raya dan bandara, sementara itu peluncuran vaksin virus korona terus dipercepat.

    Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Joe Biden meluncurkan rencana infrastruktur senilai USD2 triliun. Paket tersebut ditujukan untuk memodernisasi jaringan transportasi yang hancur, menciptakan jutaan pekerjaan, dan memberikan investasi 'sekali dalam satu generasi' yang memungkinkan AS menjadi yang terbaik bagi Tiongkok di panggung ekonomi global.

    Tahap pertama dari program 'Build Back Better' Biden, yang ia kemukakan dalam pidatonya di Pittsburgh, merinci investasi besar-besaran yang tersebar selama delapan tahun. Dalam hal ini, Biden menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai inti dari agenda ekonomi Presiden.

    Setidaknya infrastruktur tersebut diperlukan suntikan USD620 miliar untuk transportasi, termasuk peningkatan jalan sepanjang 32 ribu km, perbaikan ribuan jembatan, dan penggandaan dana untuk transportasi umum.

    "Hari ini saya mengusulkan sebuah rencana untuk bangsa yang menghargai pekerjaan, bukan hanya menghargai kekayaan. Membangun ekonomi yang adil yang memberi setiap orang kesempatan untuk sukses. Itu akan menciptakan ekonomi yang paling kuat, paling tangguh, dan inovatif di dunia," kata Biden.

    "Ini adalah investasi sekali dalam satu generasi di Amerika, tidak seperti apapun yang telah kami lihat atau lakukan sejak kami membangun sistem jalan raya antarnegara bagian dan perlombaan antariksa beberapa dekade lalu," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id