Emas Dunia Kembali Merugi Akibat Reli Dolar AS

    Antara - 30 Oktober 2020 07:52 WIB
    Emas Dunia Kembali Merugi Akibat Reli Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    Chicago: Harga emas jatuh lagi pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), tertekan oleh dolar yang lebih kuat dan kurangnya kejelasan tentang kesepakatan stimulus AS. Namun kekhawatiran atas lonjakan kasus covid-19 dan ketidakpastian menjelang pemilu AS membatasi kerugian.

    Mengutip Antara, Jumat, 30 Oktober 2020, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, merosot sebanyak USD11,2 atau 0,6 persen menjadi USD1.868 per ons.

    Pada Rabu, 28 Oktober, harga emas berjangka anjlok USD32,7 atau 1,71 persen menjadi USD1.879,2 setelah menguat USD6,2 atau 0,33 persen menjadi USD1.911,9 pada Selasa, 27 Oktober. Serta naik tipis USD0,5 atau 0,03 persen menjadi USD1.905,70 pada Senin, 26 Oktober.

    "Penurunan yang kami lihat pada harga emas adalah karena ada kekhawatiran jangka pendek tentang waktu stimulus disetujui. Penguatan dolar AS berdampak pada emas," kata Pendiri Circle Squared Alternative Investments Jeffrey Sica.

    Kepala penasehat ekonomi Presiden Donald Trump mengatakan kesepakatan apapun tentang undang-undang bantuan virus korona AS telah ditunggu sekarang. Melemahkan daya tarik emas, indeks dolar naik 0,7 persen mendekati level tertinggi dua minggu terhadap para pesaingnya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

    “Emas sekarang berada pada level di mana orang dapat mengakumulasi mengingat kekacauan di sekitar pemilu AS, kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi dan situasi virus korona. Tren emas masih bullish,” kata Sica.

    Emas, yang sering digunakan sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, telah melonjak 24 persen tahun ini di tengah tingkat stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya selama pandemi.

    Tingkat infeksi covid-19 yang meningkat pesat di Eropa memaksa Prancis dan Jerman untuk memerintahkan negara mereka kembali ke lockdown. Sementara itu data menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada kecepatan yang tak tertandingi di kuartal ketiga dan klaim pengangguran mingguan turun lebih besar dari yang diperkirakan di minggu terakhir.

    Departemen Perdagangan AS melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) AS meningkat dengan rekor 33,1 persen pada kuartal ketiga. Laporan klaim pengangguran mingguan menempatkan klaim pengangguran awal di 751 ribu pada pekan yang berakhir 24 Oktober, penurunan 40 ribu dan penurunan keempat dalam lima bulan terakhir.

    Logam lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik sebanyak 0,1 sen atau 0,004 persen menjadi USD23,36 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari turun USD25,5 atau 2,91 persen menjadi USD849,5 per ons.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id