Fed: Inflasi AS Bakal Lebih Tinggi di 2021

    Angga Bratadharma - 13 Mei 2021 10:03 WIB
    Fed: Inflasi AS Bakal Lebih Tinggi di 2021
    Gedung The Fed. FOTO: AFP/Brendan Smialowski



    Washington: Presiden Federal Reserve Richmond Thomas Barkin memperkirakan tekanan inflasi bakal meningkat di tahun ini dan diproyeksikan mereda pada 2022. Kenaikan inflasi bakal terjadi seiring dengan sejumlah langkah yang digulirkan oleh Pemerintahan Presiden Joe Biden dan kebijakan moneter oleh The Fed.

    "Saya pikir kami akan melihat tekanan harga tahun ini. Anda memiliki situasi permintaan yang sangat kuat, dan Anda memiliki kendala dalam pasokan. Saat hal itu terjadi, Anda pasti akan melihat tekanan harga," kata Barkin, dilansir dari CNBC International, Rabu, 13 Mei Mei 2021.

     



    Barkin mengatakan tekanan tersebut akan mereda karena dinamika ekonomi berubah sepanjang tahun dan ekonomi kembali ke keadaan yang lebih normal. Sejauh ini, kebijakan fiskal dari Pemerintahan Biden dan kebijakan moneter oleh The Fed terus digencarkan untuk memulihkan ekonomi.

    "Inflasi adalah fenomena yang berulang. Harga naik tahun ini, harga naik tahun depan. Saya pikir itu adil untuk memperdebatkan pertanyaan apakah kombinasi kendala rantai pasokan dan kenaikan harga yang didorong oleh stimulus benar-benar kembali tahun depan," tuturnya.

    Inflasi adalah komponen penting dari kebijakan Fed. Pejabat Fed lebih suka melihat inflasi di sekitar dua persen. Tetapi mereka akan mentolerir tingkat yang agak lebih tinggi untuk kepentingan menciptakan lapangan kerja penuh dan inklusif. Sampai saat itu terjadi, mereka mengatakan tidak akan menaikkan suku bunga sampai tujuan tercapai.

    Pengukur inflasi pilihan The Fed, indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti, naik 1,8 persen dari tahun ke tahun di Maret. Barkin memberikan pedoman saat dia mungkin berubah pikiran dan memilih untuk memperketat kebijakan setidaknya melalui pemotongan tingkat pembelian aset bulanan.

    The Fed saat ini membeli setidaknya USD120 miliar obligasi dan sekuritas berbasis mortgage setiap bulan, dan investor bertanya-tanya kapan bank sentral AS dapat mulai mengurangi aktivitasnya. Barkin mengaku melihat secara khusus pada tingkat pekerjaan-ke-populasi, yang saat ini mencapai 57,8 persen.

    Sementara itu, angkanya berada di 61,1 persen pada Februari 2020 atau tepat sebelum pandemi, dan Barkin mengatakan level di sekitar sana akan membantu mewakili kemajuan substansial lebih lanjut, patokan yang telah ditetapkan Fed sebelum akan mulai menyesuaikan kebijakan.

    "Saya ingin melihat pertumbuhan itu. Seperti yang saya katakan tentang inflasi, ketika kita sampai di sana, maka kita sampai di sana. Tapi kami belum sampai di sana," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id