Terobosan Vaksin Covid-19 Bikin Harga Minyak Dunia Melonjak

    Ade Hapsari Lestarini - 17 November 2020 08:26 WIB
    Terobosan Vaksin Covid-19 Bikin Harga Minyak Dunia Melonjak
    Ilustrasi kilang minyak. Foto: AFP.
    New York: Harga minyak mentah dunia terpantau menguat pada perdagangan Senin waktu setempat. Penguatan ini diiringi oleh melemahnya dolar AS dan merekahnya emas dunia.

    Melansir Xinhua, Selasa, 17 November 2020, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik USD1,21 menjadi USD41,34 per barel di New York Mercantile Exchange.

    Sementara itu untuk harga patokan minyak Brent diperdagangkan di level USD43,82 per barel. Harga minyak ini naik USD0,17 atau setara 0,39 persen.

    Sebelumnya harga minyak sempat melonjak empat persen didukung oleh terobosan vaksin covid-19 serta data ekonomi yang positif dari Tiongkok.

    Harga minyak melonjak setelah Moderna mengatakan bahwa studi fase 3 dalam kandidat vaksinnya -yang telah mendaftarkan lebih dari 30 ribu peserta di AS- telah memenuhi kriteria statistik dengan kemanjuran vaksin 94,5 persen.

    Moderna berencana mengajukan Emergency Use Authorization (EUA) ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dalam beberapa minggu mendatang dan mengajukan permohonan otorisasi ke badan pengatur global.

    Berita vaksin Moderna datang seminggu setelah Pfizer dan BioNTech mengumumkan kemanjuran 90 persen dari kandidat vaksin covid-19 mereka. Sehingga membuat harga minyak melonjak 10 persen pada Senin lalu.

    Vaksin untuk banyak orang di seluruh dunia kemungkinan tidak akan tersedia hingga akhir 2021, tetapi pasar minyak telah didukung oleh berita positif lainnya.

    Melansir oilprice.com, dalam catatan positif lainnya untuk minyak, tim penasihat covid Joe Biden mengatakan bahwa penguncian nasional di Amerika Serikat akan menjadi "langkah terakhir". Sehingga memberi harapan pasar bahwa ekonomi dan permintaan minyak tidak akan terpukul, separah mereka terkunci di musim semi.

    Kemudian pelaku pasar minyak akan beralih ke rapat panel bulanan OPEC+ untuk mendapatkan petunjuk dari para menteri tentang rencana aliansi potensi penundaan pelonggaran pengurangan produksi.

    "Kami masih berpandangan bahwa OPEC+ perlu memperpanjang pemotongan saat ini setidaknya tiga bulan lagi, untuk memastikan bahwa pasar menarik persediaan selama kuartal pertama tahun depan," ujar ahli strategi ING Warren Patterson dan Wenyu Yao.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id