Imbal Hasil Obligasi AS Jatuh, Emas Dunia Merekah

    Antara - 02 April 2021 07:37 WIB
    Imbal Hasil Obligasi AS Jatuh, Emas Dunia Merekah
    Ilustrasi. FOTO: Attila Kisbenedek/AFP



    Chicago: Emas menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), memperpanjang reli untuk hari kedua berturut-turut, didukung oleh penurunan dolar dan imbal hasil obligasi AS. Sedangkan data pengangguran AS yang suram meredupkan prospek pemulihan ekonomi, menambah daya tarik logam safe haven emas.

    Mengutip Antara, Jumat, 2 April 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD12,8 atau 0,75 persen menjadi level USD1.728,4 per ons, setelah menyentuh tertinggi sesi di USD1.731,05.






    Sehari sebelumnya, Rabu, 31 Maret, emas berjangka melonjak USD29,6 atau 1,76 persen menjadi USD1.715,60, setelah anjlok USD28,6 atau 1,67 persen menjadi USD1.686 pada Selasa, 30 Maret, dan terpuruk sebanyak USD20,10 atau 1,16 persen menjadi USD1.712,20 pada Senin, 29 Maret.

    "Ini adalah koreksi naik dalam pasar bearish terstruktur," kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures Phillip Streible, di Chicago, dan menambahkan emas bisa naik ke level USD1.740 sebelum imbal hasil melanjutkan kembali tren naiknya menekan emas kembali turun.

    Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lain, tergelincir di bawah level bullish penting di 93. Imbal hasil pada obligasi Pemerintah AS 10-tahun juga turun menjadi 1,68 persen dari tertinggi minggu ini di 1,77 persen.

    Emas juga mendapat dukungan tambahan ketika Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis, 1 April, bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik secara tak terduga 61 ribu menjadi 719 ribu dalam pekan yang berakhir 27 Maret, di atas perkiraan pasar.

    Pengumuman Presiden AS Joe Biden tentang rencana belanja infrastruktur senilai USD2 triliun yang telah lama ditunggu-tunggu pada Rabu, 31 Maret, telah menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi, juga mendukung logam tersebut.

    Sementara itu emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi mengancam status tersebut karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

    "Penurunan dalam imbal hasil, karena tekanan inflasi surut menahan kemungkinan pemulihan harga emas," tulis Kepala Analis Logam Mulia HSBC James Steel, dalam sebuah catatan.

    Di sisi permintaan fisik, impor emas India pada Maret melonjak ke rekor 160 ton, sumber pemerintah mengatakan. Kemudian pperdagangan di pasar Amerika Serikat (AS) akan ditutup untuk libur Jumat Agung (Paskah) pada Jumat waktu setempat.

    Logam lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik sebanyak 41,6 sen atau 1,7 persen menjadi USD24,948 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli naik sebanyak USD17,1 atau 1,44 persen menjadi USD1.208,6 per ons.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id