Jollibee Buyback USD250 Juta Akibat Pandemi

    Ade Hapsari Lestarini - 14 Mei 2021 10:01 WIB
    Jollibee <i>Buyback</i> USD250 Juta Akibat Pandemi
    Ilustrasi gerai Jollibee. Foto: AFP/Jay Directo.



    Filipina: Rantai makanan cepat saji terbesar di Filipina, Jollibee Food Corp, yang dikendalikan oleh miliarder Tony Tan Caktiong, berencana untuk membeli kembali (buyback) USD250 juta dari obligasi abadi berdenominasi dolar yang diterbitkan perusahaan tahun lalu untuk mendanai kegiatan akuisisi internasionalnya.

    Melansir Forbes, Jumat, 14 Mei 2021, untuk membiayai kembali utang tersebut, Jollibee mengatakan akan mengumpulkan sebanyak 12 miliar peso (USD250 juta) dari penjualan hingga 12 juta saham preferen, termasuk kelebihan permintaan, masing-masing seharga 1.000 peso. Proses penjualan saham ini tunduk pada persetujuan pemegang saham dan peraturan.

     



    Adapun penjualan saham tersebut merupakan bagian dari rencana Jollibee untuk merestrukturisasi kewajiban keuangannya untuk memperkuat neraca, mencegah jatuh tempo kewajiban keuangannya, dan mengurangi risiko nilai tukar mata uang asing.

    "Ini juga merupakan bagian dari langkah-langkah tindakannya untuk mengurangi biaya utang dan pembiayaannya karena bisnisnya di berbagai belahan dunia pulih dari dampak pandemi yang parah," tutur perusahaan itu dalam sebuah pernyataannya kepada bursa efek Filipina.

    Hasil dari penjualan saham preferen akan digunakan untuk membeli kembali sebagian dari obligasi abadi sebesar USD600 juta yang diterbitkan Jollibee pada Januari tahun lalu. Obligasi perpetual membantu Jollibee membiayai kembali pinjaman jangka pendek yang digunakan untuk mengakuisisi Coffee Bean & Tea Leaf pada September 2019.

    Pada Juni 2020, perusahaan juga mengumpulkan USD600 juta dari penjualan dua tahap sekuritas utang senior yang memberikan langkah-langkah kontingensi terhadap dampak pandemi yang berkepanjangan.

    Kinerja Jollibee merosot ke posisi merah pada 2020, dengan kerugian bersih tahunan sebesar 11,5 miliar peso, karena kota-kota di seluruh dunia diisolasi untuk menghentikan penyebaran pandemi covid-19. Perusahaan kembali ke "zona hitam" di kuartal keempat dan melaporkan laba bersih 153 juta peso di kuartal pertama.

    "Sebagian besar bisnis kami di luar negeri mencapai penjualan pada tingkat pra-pandemi. Pertumbuhan penjualan toko yang sama mengimbangi efek penutupan toko secara permanen karena pandemi. Keuntungan dan arus kas kami pulih dengan kuat dibandingkan tahun lalu," kata CEO Jollibee Ernesto Tanmantiong dalam sebuah pernyataan.

    Outlet luar negeri menyumbang 41 persen dari total penjualan pada kuartal pertama, kata perusahaan itu. Tanmantiong mengatakan grup tersebut akan melanjutkan upaya ekspansinya ke luar negeri. Jollibee berencana membuka 450 gerai di luar negeri tahun ini sambil mencari potensi akuisisi.

    Jollibee didirikan oleh Tan Caktiong lebih dari 40 tahun lalu. Jollibee sekarang mengoperasikan lebih dari 3.200 gerai di Filipina dan lebih dari 2.500 di luar negeri -termasuk jaringan Smashburger dan Coffee Bean yang berbasis di AS. Perusahaan harus menutup sekitar 70 gerai di luar negeri karena penguncian covid-19 di seluruh dunia, sehingga berdampak negatif pada penjualan makan di restorannya.

    Tan Caktiong, 68, menduduki peringkat Nomor 9 dalam daftar Forbes orang terkaya Filipina pada September 2020, dengan kekayaan bersih USD1,9 miliar. Dengan partner Edgar Sia II, dia juga memiliki saham di DoubleDragon Properties yang berkembang pesat.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id