Kasus Covid-19 Yakin Nol dalam 6 Bulan, Proyeksi PDB AS Naik

    Angga Bratadharma - 14 November 2020 12:32 WIB
    Kasus Covid-19 Yakin Nol dalam 6 Bulan, Proyeksi PDB AS Naik
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    London: Perkembangan vaksin virus korona telah mencerahkan prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) dengan ekonom UBS meningkatkan perkiraan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk AS. Sejauh ini, AS telah mengalami kehancuran ekonomi akibat terhantam pandemi covid-19.

    Sebelumnya vaksin Pfizer dan BioNTech diumumkan 90 persen lebih efektif dalam mencegah penyebaran covid-19. Pengumuman tersebut memicu optimisme bahwa pandemi dapat segera berakhir, dan meningkatkan pasar saham secara global.

    UBS awalnya memperkirakan jumlah infeksi virus korona di AS akan mendekati nol pada akhir 2021. Akan tetapi berita vaksin telah membuat UBS memajukan perkiraan itu dalam enam bulan kasus infeksi covid-19 akan mendekati nol. Hal tersebut lantaran tingkat kemanjuran vaksin covid-19 jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan para analis.

    "Perbedaan enam bulan itu atau perbedaan dua kuartal itu sangat berarti. Itu berarti kenaikan 1-1,25 persentase tambahan dalam PDB (Amerika Serikat di) tahun depan," kata Kepala Ekonom UBS Seth Carpenter, dikutip dari CNBC, Sabtu, 14 November 2020.

    Amerika Serikat mencatat 10 juta lebih kasus covid-19 sejak pandemi dimulai. Bahkan, AS telah mencatat rekor tertinggi minggu ini dalam hal rawat inap virus korona dan infeksi harian, dengan 153.496 kasus pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), menurut Universitas Johns Hopkins.

    Lonjakan kasus covid-19 akhirnya memunculkan spekulasi tentang apakah ekonomi AS akan ditutup lagi atau tidak. Seorang penasihat Presiden terpilih Joe Biden mengatakan menutup bisnis selama empat hingga enam minggu dapat membantu mengurangi jumlah infeksi dan membuat ekonomi berada di jalur yang benar sampai vaksin disetujui dan didistribusikan.

    Dengan kasus covid-19 melonjak di Chicago, Wali Kota Lori Lightfoot meminta penduduk pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) untuk membatalkan rencana Thanksgiving dan tetap di dalam rumah. Tentu harapannya bisa menghentikan penyebaran virus mematikan itu.

    Lebih lanjut, kinerja ekonomi AS pada 2021 juga akan bergantung pada seberapa besar stimulus fiskal disetujui. Sejauh ini, pembicaraan terkait stimulus fiskal yang dilakukan antara Demokrat dan Republik belum menghasilkan kesepakatan, dan ada lebih banyak ketidakpastian setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) AS.

    Carpenter yakin pembuat kebijakan AS akan mengecewakan pasar dengan memberikan paket dukungan yang lebih rendah dari perkiraan. "Kami sebenarnya sedikit pesimistis. Jadi kami telah menulis sekitar USD450 miliar paket yang akan datang pada kuartal pertama tahun depan," kata Carpenter.

    Dirinya mengungkapkan pelaku pasar berharap stimulus fiskal tambahan yang digulirkan bisa serupa dengan yang pertama yakni total mencapai USD1 triliun. Adapun UBS berasumsi bahwa Partai Republik akan mempertahankan kendali Senat. Jika Senat dipimpin oleh Demokrat, UBS yakin stimulus bisa dua kali lipat, tetapi di bawah USD1 triliun.

     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id