comscore

ECB Buka Peluang Naikkan Suku Bunga Pinjaman di Akhir 2022

Antara - 23 Mei 2022 19:03 WIB
ECB Buka Peluang Naikkan Suku Bunga Pinjaman di Akhir 2022
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde. Foto : AFP.
Frankfurt: Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengatakan suku bunga simpanannya bisa keluar dari wilayah negatif pada akhir September. Serta dapat menaikkannya lebih lanjut jika melihat inflasi stabil pada 2,0 persen.

"Berdasarkan prospek saat ini, kami kemungkinan akan berada dalam posisi untuk keluar dari suku bunga negatif pada akhir kuartal ketiga," kata Lagarde dalam posting blog yang diterbitkan di situs web ECB dikutip dari Antara, Senin, 23 Mei 2022.
Suku bunga deposito ECB saat ini -0,5 persen, yang berarti bank-bank dibebankan untuk memarkir uang tunai di bank sentral dan telah di bawah nol sejak 2014, karena bank sentral memerangi inflasi yang terlalu rendah.

Tetapi harga-harga telah naik tajam dalam beberapa bulan terakhir karena harga bahan bakar melonjak akibat berbagai faktor termasuk invasi Rusia ke Ukraina yang berimbas ke kenaikan harga barang-barang lain.

Inflasi utama di zona euro mencapai tertinggi sepanjang masa sebesar 7,4 persen pada April dan bahkan ukuran inflasi yang menghapus makanan dan energi jauh melebihi target ECB sebesar dua persen.

Lagarde membuka pintu untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut menuju apa yang oleh para ekonom disebut tingkat netral -tingkat yang tidak dapat diamati yang membawa output ekonomi sejalan dengan potensinya- atau bahkan di atasnya.

"Jika kita melihat inflasi stabil pada 2,0 persen dalam jangka menengah, normalisasi progresif lebih lanjut dari suku bunga menuju tingkat netral akan sesuai," tambah Lagarde.

"Jika ekonomi kawasan euro terlalu panas sebagai akibat dari kejutan permintaan yang positif, masuk akal jika suku bunga kebijakan dinaikkan secara berurutan di atas tingkat netral," katanya.

Dia memperingatkan kecepatan dan ukuran kenaikan suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan sejak awal karena ekonomi menghadapi guncangan pasokan seperti pembatasan terkait pandemi Tiongkok dan gangguan terkait perang di Ukraina.

"Ini menciptakan lebih banyak ketidakpastian tentang kecepatan meredanya tekanan harga saat ini, tentang evolusi kelebihan kapasitas, dan tentang sejauh mana ekspektasi inflasi akan terus tetap berlabuh pada target kami," kata Lagarde.

Dia menghadiri pertemuan para pembuat kebijakan keuangan dari Kelompok Tujuh (G7) ekonomi industri minggu lalu di mana para gubernur bank sentral dan menteri keuangan didesak oleh para akademisi untuk mengatasi inflasi sebelum menjadi tidak terkendali.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id