comscore

Ekonomi Tiongkok Kehilangan Tenaga Akibat Covid-19, PBoC Pangkas Suku Bunga

Angga Bratadharma - 18 Januari 2022 13:03 WIB
Ekonomi Tiongkok Kehilangan Tenaga Akibat Covid-19, PBoC Pangkas Suku Bunga
Markas PBOC, di Beijing, Tiongkok. FOTO: AFP
Beijing: Ekonomi Tiongkok mulai pulih pada 2021 dari kemerosotan yang disebabkan oleh pandemi covid-19 dibantu ekspor yang kuat. Akan tetapi, tingkat konsumsi yang lemah pada akhir tahun lalu dan perlambatan di sektor properti menggoyahkan momentum pemulihan dan membutuhkan lebih banyak dukungan.

Mengutip Channel News Asia, Selasa, 18 Januari 2022, bank sentral Tiongkok (PBoC) memutuskan memangkas suku bunga pinjaman untuk melindungi ekonomi terbesar kedua di dunia itu dari tekanan. Adapun Tiongkok menghadapi hambatan dari sektor properti dan lonjakan wabah covid-19.
Beberapa kota di Tiongkok dalam siaga tinggi terhadap covid-19 menjelang musim liburan Tahun Baru Imlek, karena varian Omicron menjangkau lebih banyak wilayah termasuk Beijing. Ekonomi tumbuh 8,1 persen di 2021, lebih cepat dari perkiraan 8,0 persen dan jauh di atas target pemerintah di atas enam persen dan revisi pertumbuhan 2020 sebesar 2,2 persen.

Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat 4,0 persen pada periode Oktober-Desember 2021 dari tahun sebelumnya, menurut data Biro Statistik Nasional, lebih cepat dari yang diharapkan tetapi masih laju terlemah dalam satu setengah tahun. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok di angka 4,9 persen pada kuartal ketiga.

Pada basis kuartal-ke-kuartal, PDB naik 1,6 persen pada Oktober-Desember 2021, dibandingkan dengan ekspektasi untuk kenaikan 1,1 persen dan kenaikan 0,7 persen yang direvisi pada kuartal sebelumnya.

Ekonomi Tiongkok memulai awal yang kuat pada 2021 karena aktivitas pulih dari kemerosotan yang disebabkan oleh pandemi pada tahun sebelumnya, tetapi telah kehilangan tenaga karena penurunan properti, pembatasan utang, dan pembatasan ketat covid-19 yang telah memukul konsumsi.

People's Bank of China (PBoC) mengatakan pihaknya menurunkan suku bunga pinjaman fasilitas pinjaman jangka menengah (MLF) satu tahun senilai 700 miliar yuan (USD110,2 miliar) untuk beberapa lembaga keuangan sebesar 10 basis poin menjadi 2,85 persen dari 2,95 persen pada operasi sebelumnya.

"Momentum ekonomi tetap lemah di tengah wabah virus yang berulang dan sektor properti yang kesulitan. Karena itu, kami mengantisipasi pemotongan 20 bps lagi untuk suku bunga kebijakan PBoC selama paruh pertama tahun ini," pungkas Analis Capital Economics.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id