Permintaan Kian Mencemaskan, Minyak Dunia Kembali Jatuh

    Antara - 27 Maret 2020 08:02 WIB
    Permintaan Kian Mencemaskan, Minyak Dunia Kembali Jatuh
    Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/Jonathan NACKSTRAND
    New York: Harga minyak dunia jatuh lagi lebih dari satu USD1 per barel pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB) setelah sehari sebelumnya sempat menguat. Kondisi itu terjadi karena meningkatnya jumlah pembatasan terkait virus pada perjalanan memangkas permintaan bahan bakar global.

    Mengutip Antara, Jumat, 27 Maret 2020, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei jatuh USD1,89 atau 7,7 persen menjadi USD22,60 per barel. Harga Minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei merosot USD1,05 atau 3,8 persen menjadi USD26,34 per barel. Kedua kontrak turun sekitar 60 persen sejauh tahun ini.

    Harapan atas paket stimulus AS USD2 triliun akan meningkatkan kegiatan ekonomi yang sehari sebelumnya mampu mengangkat harga minyak, tampak mulai diabaikan lagi.

    Kepala Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan permintaan minyak di seluruh dunia bisa turun sebanyak 20 juta barel per hari atau 20 persen dari total permintaan, ketika tiga miliar orang saat ini berada di bawah perintah tinggal di rumah karena wabah virus korona.

    Guncangan ganda pandemi virus korona serta lonjakan pasokan dari Arab Saudi dan Rusia setelah kedua negara gagal mencapai kesepakatan untuk membatasi pasokan telah mengguncang pasar minyak mentah, yang telah kehilangan sekitar setengah nilainya pada Maret.

    "Dengan permintaan anjlok 20 persen atau lebih secara global, ini setara dua kali produksi Arab Saudi yang perlu dihentikan untuk mencoba menyeimbangkan pasar ini," kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.

    Minyak berjangka AS terutama lebih lemah dari patokan minyak mentah internasional Brent. Departemen Energi AS membatalkan rencana untuk membeli minyak mentah domestik buat Cadangan Minyak Strategis (SPR) setelah dana tidak dimasukkan dalam paket stimulus yang lebih luas.

    "Ada asumsi tertentu bahwa itu akan terjadi sehingga Anda memiliki penyokong, pada tingkat tertentu, (untuk WTI) yang tidak ada untuk patokan internasional," kata Direktur Berjangka Mizuho, Bob Yawger di New York.

    Senat AS dengan suara bulat meloloskan rancangan undang-undang paket stimulus USD2 triliun yang bertujuan membantu pekerja dan industri yang terpukul dampak pandemi virus korona, dan mengirim undang-undang tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat. DPR diharapkan memberikan suara pada Jumat.

    RUU paket stimulus AS sebesar dua triliun tersebut tidak banyak membantu meredakan kegelisahan investor. "Minyak sudah mati. Pasar internasional dan domestik terlalu banyak menggunakan minyak. Maaf untuk mengatakan menuju satu digit!" tulis Gary Ross, pendiri BlackGold Investors, menulis di Twitter.

    Runtuhnya pakta pemotongan pasokan antara Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain yang dipimpin oleh Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, akan meningkatkan pasokan minyak, dengan Arab Saudi berencana untuk mengirim lebih dari 10 juta barel per hari mulai Mei.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id