comscore

Inflasi India Tembus 15,88% di Mei, Tertinggi dalam 30 Tahun

Angga Bratadharma - 18 Juni 2022 11:31 WIB
Inflasi India Tembus 15,88% di Mei, Tertinggi dalam 30 Tahun
Ilustrasi. FOTO: AFP/Noah Seelam
New Delhi: Tingginya harga energi dan bahan mentah global dikombinasikan dengan rupee yang lemah memicu kenaikan tahunan tercepat harga grosir India dalam lebih dari 30 tahun. Kondisi itu meningkatkan ekspektasi bagi bank sentral India untuk melakukan lebih banyak kenaikan suku bunga.

Mengutip The Business Times, Sabtu, 18 Juni 2022, lonjakan harga minyak mentah dan komoditas sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari telah memicu inflasi di banyak negara, memaksa bank sentral menaikkan suku bunga.
Harga grosir di India, mirip dengan harga produsen, melonjak 15,88 persen pada Mei dari level tahun lalu, bertahan di dua digit selama 14 bulan berturut-turut. Menurut ekonom, angka itu merupakan tertinggi di India sejak September 1991. Sebuah jajak pendapat Reuters dari para analis telah memperkirakan kenaikan 15,10 persen.

"Tingginya tingkat ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah dan gas alam, bahan makanan, logam dasar dan produk kimia," kata Kementerian Perdagangan dan Industri India.

Harga untuk produk manufaktur, berkontribusi sekitar 64 persen terhadap indeks harga grosir (WPI), naik 10,11 persen, dibandingkan dengan 10,85 persen pada bulan sebelumnya. Sementara biaya bahan bakar dan listrik meningkat 40,62 persen dari periode tahun lalu.

Adapun India melaporkan harga eceran telah naik 7,04 persen di Mei dari level tahun lalu, sedikit menurun dari level tertinggi delapan tahun di 7,79 persen yang tercatat di April. Laporan suram untuk dua ukuran utama inflasi membuat para ekonom memperkirakan Reserve Bank of India (RBI) akan menaikkan suku bunga utama di pertemuan kebijakan berikutnya di Agustus.

Ekonom ICRA Aditi Nayar, lembaga pemeringkat kredit Moody's India, mengatakan inflasi WPI kemungkinan tetap antara 15-16 persen pada Juni, sebagian besar sebagai akibat dari melonjaknya harga minyak mentah global.

"Kami terus memperkirakan kenaikan 60 basis poin repo selama dua tinjauan kebijakan berikutnya," pungkas Nayar.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id