Investor Masih Berburu Obligasi AS, Harga Emas Dunia Jatuh

    Antara - 13 Januari 2021 07:38 WIB
    Investor Masih Berburu Obligasi AS, Harga Emas Dunia Jatuh
    Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Shutterstockpri
    Chicago: Harga emas dunia jatuh pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Sebagian besar investor masih memburu obligasi Amerika Serikat (AS) yang memberikan imbal hasil relatif tinggi meskipun sedikit menyusut, yang imbasnya terhadap permintaan di pasar emas.

    Sementara itu, prospek inflasi yang lebih kuat didorong oleh peningkatan stimulus fiskal di Amerika Serikat, membatasi penurunan emas lebih lanjut. Sedangkan indeks dolar tergelincir 0,3 persen terhadap para pesaingnya, sementara imbal hasil obligasi AS 10-tahun turun ke terendah sesi 1,146 persen setelah lelang 10 tahun yang kuat.

    Mengutip Antara, Rabu, 13 Januari 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange merosot USD6,6 atau 0,36 persen menjadi USD1.844,20 per ons. Sehari sebelumnya, Senin, 11 Januari, terangkat USD15,4 atau 0,84 persen menjadi USD1.850,80.

    Pada akhir pekan lalu, Jumat, 8 Januari, emas berjangka terjun USD78,2 atau 4,09 persen menjadi USD1.835,40, merupakan penyelesaian emas berjangka terendah sejak 14 Desember, serta persentase kerugian satu hari terburuk untuk kontrak paling aktif sejak 9 November.

    "Kesediaan investor untuk membeli (surat) utang AS meningkatkan kepercayaan pada aset-aset AS sehingga saham-saham menguat dan dolar tergelincir, keduanya keduanya membantu emas sedikit menguat," kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia BMO Tai Wong.

    "Akan ada paket stimulus besar yang akan mendukung pasar emas, tidak hanya dapat merangsang permintaan tetapi juga mendorong ide-ide dari beberapa masalah inflasi harga,” kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

    Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan orang Amerika membutuhkan lebih banyak bantuan ekonomi akibat pandemi covid-19 dan bahwa dia akan menyampaikan rencana yang menelan biaya triliunan dolar.

    Emas umumnya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas. Namun, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi telah menantang status itu baru-baru ini karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

    Angka ekonomi yang dirilis juga mendukung emas, mencegahnya jatuh lebih jauh. Federasi Bisnis Independen Nasional melaporkan indeks optimisme usaha kecil turun 5,5 poin menjadi 95,9 pada Desember, jatuh di bawah nilai Indeks rata-rata 98 sejak 1973.

    Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan ada sekitar 6,5 juta pekerjaan yang tersedia pada akhir November, turun sedikit dari 6,6 juta pada Oktober.

    Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 15,1 sen atau 0,6 persen menjadi USD25,435 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman April naik sebanyak USD23,2 atau 2,22 persen menjadi USD1.067,8 per ons.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id