Kurs Dolar AS Stabil

    Antara - 16 April 2021 09:02 WIB
    Kurs Dolar AS Stabil
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO



    New York: Indeks dolar sedikit berubah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Investor menyeimbangkan data ekonomi bullish yang menunjukkan penjualan ritel AS naik paling tinggi dalam 10 bulan pada Maret terhadap penurunan lanjutan dalam imbal hasil obligasi Pemerintah AS.

    Mengutp Antara, Jumat, 16 April 2021, Departemen Perdagangan mengatakan penjualan ritel meningkat 9,8 persen pada bulan lalu, mengalahkan ekspektasi para ekonom untuk kenaikan 5,9 persen.






    Sebuah laporan terpisah juga menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran jatuh minggu lalu ke level terendah sejak Maret 2020, ketika penutupan wajib bisnis yang tidak penting diberlakukan untuk memperlambat penyebaran gelombang pertama covid-19.

    "Ini adalah satu-dua pukulan dari data yang sangat positif," kata Analis Pasar Senior Oanda, Edward Moya, di New York.

    Penguatan dolar dibatasi karena imbal hasil obligasi pemerintah turun ke posisi terendah satu bulan, mengurangi daya tarik relatif mata uang AS. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya, pada Kamis pagi waktu setempat mencapai level terendah satu bulan di 91,487, sebelum rebound menjadi 91,608, tidak berubah pada hari itu.

    Euro turun tipis 0,04 persen menjadi 1,1975 dolar AS. Mata uang tunggal mencapai tertinggi enam minggu di 1,1994 dolar AS pada Kamis pagi. Greenback turun 0,23 persen menjadi 108,65 yen Jepang dan dolar Australia, proksi untuk sentimen risiko global, menguat 0,42 persen menjadi 0,7755 dolar AS

    Dolar telah melemah bulan ini karena imbal hasil obligasi pemerintah stabil di bawah level tertinggi satu tahun yang dicapai bulan lalu. Imbal hasil turun ketika Fed menegaskan kembali komitmennya untuk menahan suku bunga mendekati nol di tahun-tahun mendatang, dan karena beberapa kekhawatiran bahwa kenaikan inflasi baru-baru ini akan bersifat sementara.

    Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan ekonomi AS masih jauh dari membuat kemajuan substansial menuju tujuan bank sentral untuk inflasi 2,0 persen dan lapangan kerja penuh, batasan yang telah ditetapkan Fed untuk mulai mempertimbangkan mengurangi dukungannya terhadap perekonomian.

    Selera risiko yang kuat ketika bursa saham mencapai rekor tertinggi juga dipandang mengurangi daya tarik greenback. Meningkatnya ketegangan geopolitik mungkin membantu permintaan obligasi safe-haven AS pada Kamis waktu setempat.

    "Kami melihat lebih banyak risiko di pasar negara-netgara berkembang saat ini, dan itu mungkin membuat beberapa permintaan obligasi pemerintah terus berjalan," kata Moya.

    Rubel Rusia jatuh pada Kamis waktu setempat, sempat kehilangan 2,0 persen terhadap dolar dalam perdagangan yang tidak stabil dan mencapai level terendah lebih dari lima bulan terhadap euro, karena Gedung Putih mengumumkan sanksi baru yang menargetkan utang negara Rusia.

    Presiden AS Joe Biden mengizinkan langkah untuk menghukum Moskow karena intervensi dalam pemilihan AS 2020 -tuduhan yang dibantah Rusia. Biden akan menyampaikan pidato tentang Rusia pada pukul 16.30 waktu setempat.

    Bitcoin berdiri di dekat rekor tertinggi USD64.895 yang dicapai pada Rabu waktu setempat, ketika platform mata uang kripto Coinbase memulai debutnya di Nasdaq dalam pencatatan langsung. Bitcoin turun 0,12 persen menjadi USD62.910.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id