Kamar Dagang AS Mengaku Ketinggalan dengan Dominasi Tiongkok di Asia Pasifik

    Arif Wicaksono - 17 November 2020 18:52 WIB
    Kamar Dagang AS Mengaku Ketinggalan dengan Dominasi Tiongkok di Asia Pasifik
    Amerika Serikat. Foto : AFP.
    Washington: Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) mengaku prihatin bahwa AS tertinggal setelah 15 negara Asia-Pasifik membentuk blok perdagangan bebas terbesar di dunia. Hal ini memperkuat peran dominan Tiongkok dalam perdagangan regional.

    Kamar Dagang AS menyambut baik manfaat liberalisasi perdagangan dari Regional Comprehensive Partnership Agreement (RCEP) yang baru, dengan mengatakan eksportir, pekerja dan petani AS membutuhkan akses yang lebih besar ke pasar Asia. Tetapi Washington tidak boleh bergabung dengan blok itu.

    RCEP mencakup 30 persen ekonomi global dan 30 persen populasi global, bergabung untuk pertama kalinya Asia memperkuat Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Ini bertujuan di tahun-tahun mendatang untuk menurunkan tarif secara progresif di banyak area.

    Amerika Serikat absen dari RCEP dan penerus Trans-Pacific Partnership (TPP), meninggalkan ekonomi terbesar di dunia dari dua kelompok perdagangan yang menjangkau kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

    Wakil Presiden Eksekutif Kamar Dagang AS Myron Brilliant menjelaskan bahwa pemerintahan Trump telah bergerak untuk menghadapi praktik perdagangan yang tidak adil oleh Tiongkok tetapi malah membatasi ruang gerak eksportir AS.

    Presiden Donald Trump pada awal 2017 keluar dari perjanjian TPP, yang telah dinegosiasikan oleh pendahulunya, Barack Obama sebagai bagian dari poros AS ke Asia. Trump belum menyelesaikan kesepakatan perdagangan baru yang komprehensif di Asia sejak itu.

    “Mengingat kekurangan RCEP, kami tidak akan merekomendasikan Amerika Serikat untuk bergabung,” kata Brilliant, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

    "Amerika Serikat harus, bagaimanapun, mengadopsi upaya strategis yang lebih berwawasan ke depan untuk mempertahankan kehadiran ekonomi AS yang kuat di kawasan itu," jelas dia.

    Brilliant mencatat bahwa ekspor AS ke pasar Asia-Pasifik terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir, tetapi pangsa pasar perusahaan AS telah menurun. Dia menggarisbawahi pentingnya pasar Asia-Pasifik, mengutip prakiraan bahwa pertumbuhan ekonomi di Asia-Pasifik rata-rata lebih dari lima persen pada 2021 dan ekspansi yang cepat di kelas menengah.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id