comscore

Kebijakan Boris Johnson di Industri Baja Berpotensi Tabrak Aturan WTO

Angga Bratadharma - 28 Juni 2022 14:04 WIB
Kebijakan Boris Johnson di Industri Baja Berpotensi Tabrak Aturan WTO
PM Inggris Boris Johnson. FOTO: Leon Neal/POOL/AFP
London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan Inggris sedang mempertimbangkan adanya tindakan untuk melindungi industri baja yang sedang tertekan. Namun, aksi itu berpotensi bertabrakan dengan Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO).

Mengutip The Business Times, Selasa, 28 Juni 2022, industri baja Inggris berjuang untuk bertahan hidup setelah menyusut selama beberapa dekade terakhir, tapi tantangan sekarang adalah menanggung beban harga energi yang meroket.
Inggris sebenarnya sudah memberikan beberapa dukungan keuangan untuk bisnis padat energi, termasuk baja, tetapi Johnson mengindikasikan akan mengambil tindakan lebih lanjut yang dapat melanggar kewajibannya di WTO.

Ketika ditanya tentang laporan bahwa dia siap untuk melanggar aturan WTO dengan memberlakukan tarif baru, Johnson mengatakan kepada wartawan Inggris pada KTT G-7, Inggris memiliki sistem tersendiri. "Kami memiliki sistem di Inggris di mana kami tidak mengistimewakan industri kami dengan cara yang beberapa negara lain melakukannya," tuturnya.
 
Baca: PM Inggris akan Hadapi Anggota Parlemen yang Mencoba Menggulingkannya

"Kami membutuhkan baja Inggris untuk menyediakan energi yang jauh lebih murah dan listrik yang murah. Tetapi sampai kita dapat memperbaikinya, saya pikir masuk akal bagi baja Inggris untuk memiliki perlindungan yang sama seperti yang dilakukan oleh setiap baja di ekonomi Eropa lainnya," tambahnya.

"Kesulitannya adalah, apakah itu mungkin dilakukan sambil tetap berada di dalam WTO kita? Tapi ini adalah pilihan sulit yang harus Anda buat," ucapnya.

Memberlakukan batasan impor baja

Menurut surat kabar Sunday Telegraph, Johnson berencana memberlakukan batasan impor baja dari beberapa negara berkembang dan memperpanjang tarif yang sudah dikenakan pada negara maju dan Tiongkok.

Adapun posisi politik Johnson dalam bahaya setelah dua kekalahan sela yang menghancurkan baru-baru ini. Salah satunya di bekas kota industri Wakefield, yang disebut kursi Tembok Merah yang beralih ke Tories pada pemilihan terakhir. Sementara itu, pemerintah berharap tindakan pada baja akan meningkatkan dukungan di daerah tersebut.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id