Kian Perkasa, Yuan Terus Gerus Dolar AS

    Antara - 30 April 2021 11:28 WIB
    Kian Perkasa, Yuan Terus Gerus Dolar AS
    Ilustrasi mata uang yuan Tiongkok. Foto: AFP/Johannes Eisele.



    Beijing: Mata uang yuan Tiongkok kian perkasa. Yuan naik lagi 43 basis poin menjadi 6,4672 terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat.

    Menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China (CFETS), penguatan yuan ini memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Melansir Antara, Jumat, 30 April 2021, di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.






    Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

    Sebelumnya mata uang dolar Amerika Serikat (AS) bangkit dari level terendah dalam sembilan minggu pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar AS terangkat oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah pemerintah melaporkan pertumbuhan ekonomi yang kuat untuk kuartal pertama dan peningkatan klaim pengangguran baru di minggu terakhir.

    Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun AS naik dua basis poin pada Kamis, 29 April 2021 menjadi 1,639 persen, didorong oleh laporan ekonomi yang positif.

    Data menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat pada tingkat tahunan 6,4 persen di kuartal pertama, dan menjadi pertumbuhan tercepat kedua sejak kuartal ketiga 2003. Pertumbuhan kuartal pertama didukung oleh belanja konsumen, yang melonjak 10,7 persen dibandingkan dengan laju 2,3 persen di kuartal keempat.

    Dalam perdagangan sore, indeks dolar, ukuran nilai greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,1 persen menjadi 90,596. Sebelumnya, indeks mencapai level terendah sejak 26 Februari. Penurunan sebelumnya dalam dolar juga mendorong euro ke level tertinggi sembilan minggu, meskipun mata uang tunggal tersebut telah stabil menjadi sekitar 1,2116 dolar, turun 0,1 persen.

    Dolar pada Rabu sempat turun setelah Ketua Fed Jerome Powell meredam spekulasi tentang pengurangan awal program pembelian obligasi bank sentral AS, mengatakan lapangan kerja masih jauh dari target.

    Dovish The Fed sangat kontras dengan bank sentral Kanada (BoC), yang telah mulai mengurangi pembelian asetnya, mengirim dolar AS meluncur ke palung tiga tahun terhadap dolar Kanada. Greenback terakhir turun 0,2 persen terhadap mata uang Kanada pada 1,2281 dolar Kanada.

    Dolar AS juga berjuang semalam setelah dorongan Presiden Joe Biden untuk mendapatkan USD1,8 triliun lagi dalam pengeluaran yang berisiko memperluas anggaran AS dan defisit perdagangan, sebuah tekanan untuk greenback.

    Namun yen berjuang melawan dolar, masih terguncang setelah bank sentral Jepang awal pekan ini mengatakan inflasi akan gagal mencapai target utama 2,0 persen hingga awal 2023. Dolar terakhir naik 0,3 persen versus yen di 108,88 yen.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id