Data Pekerjaan AS Suram, Powell: Suku Bunga Acuan akan Tetap Rendah

    Angga Bratadharma - 13 Februari 2021 11:29 WIB
    Data Pekerjaan AS Suram, Powell: Suku Bunga Acuan akan Tetap Rendah
    Ketua The Fed Jerome Powell. FOTO: AFP



    Washington: Ketua Federal Reserve Jerome Powell melukiskan gambaran yang suram tentang keadaan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS). Berangkat dari persoalan itu, dibutuhkan dukungan kebijakan agresif yang berkelanjutan untuk memperbaiki banyak masalah yang masih dihadapi oleh lapangan kerja.

    "Mengatasi masalah ini akan membutuhkan kebijakan moneter yang akomodatif dengan sabar yang merangkul pelajaran dari masa lalu mengenai manfaat suku bunga rendah yang dibawa ke pasar tenaga kerja," kata Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dilansir dari CNBC International, Sabtu, 13 Februari 2021.




    Meskipun ekonomi AS telah merebut kembali lebih dari 12 juta pekerjaan sejak hari-hari awal pandemi covid-19, namun Powell mengatakan AS masih jauh dari tempat yang dibutuhkan dalam hal pekerjaan. Untuk memaksimalkannya dibutuhkan kebijakan yang tepat agar data tenaga kerja kembali bertenaga penuh.

    "Menyadari sepenuhnya manfaat dari pasar tenaga kerja yang kuat akan membutuhkan dukungan berkelanjutan baik dari kebijakan jangka pendek maupun investasi jangka panjang sehingga semua yang mencari pekerjaan memiliki keterampilan dan peluang yang akan memungkinkan mereka untuk berkontribusi dan berbagi manfaat kemakmuran," kata Powell.

    Meskipun tingkat pengangguran telah turun dari level tertinggi pada 2020 sebesar 14,8 persen menjadi 6,3 persen, namun tingkat penggajian naik hanya 49 ribu di Januari dan turun 227 ribu di Desember. Lebih dari 10 juta pekerja masih tanpa pekerjaan atau 4,4 juta lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum pandemi tahun lalu.

    "Tanpa kesalahan klasifikasi yang melanda Departemen Tenaga Kerja AS sejak pandemi dimulai pada Maret, tingkat pengangguran akan mendekati 10 persen," kata Powell.

    Untuk mengatasi persoalan itu, Fed telah menyesuaikan pendekatan kebijakannya guna mendorong pasar tenaga kerja ke level penuh dan menjadikan hal tersebut sebagai tujuan. Bahkan, bank sentral AS menegaskan tidak akan mulai menaikkan suku bunga acuan sampai tujuan dimaksud tercapai.

    Inti dari pendekatan yang dilakukan the Fed adalah kesediaan untuk membiarkan inflasi berjalan sedikit 'lebih panas' daripada mencapai sasaran standar Fed diangka dua persen untuk stabilitas harga. Sejuh ini, the Fed telah mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol persen dan membeli setidaknya USD120 miliar obligasi setiap bulan.

    "Mengingat jumlah orang yang kehilangan pekerjaan dan kemungkinan beberapa akan berjuang untuk mendapatkan pekerjaan maka mencapai dan mempertahankan pekerjaan maksimum akan membutuhkan lebih dari kebijakan moneter yang mendukung. Ini membutuhkan komitmen masyarakat luas, dengan kontribusi dari seluruh pemerintah dan sektor swasta," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id