Biden Resmi Jadi Presiden AS, Harga Emas Dunia Melambung

    Antara - 21 Januari 2021 08:09 WIB
    Biden Resmi Jadi Presiden AS, Harga Emas Dunia Melambung
    Ilustrasi. FOTO: AFP/PATRICK HERTZOG
    Chicago: Emas naik tajam lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan terjadi di tengah ekspektasi bahwa Pemerintahan Presiden AS Joe Biden akan meningkatkan langkah-langkah stimulus untuk menangani kejatuhan ekonomi terbesar di dunia itu dari pandemi virus korona.

    Mengutip Antara, Kamis, 21 Januari 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melambung USD26,3 atau 1,43 persen menjadi USD1.866,50 per ons. Sehari sebelumnya, Selasa, 19 Januari, emas berjangka melonjak USD10,3 atau 0,56 persen menjadi USD1.840,20.

    Emas berjangka terangkat USD6,90 atau 0,38 persen menjadi USD1.836,80 pada Senin, 18 Januari, setelah anjlok sebesar USD21,5 atau 1,16 persen menjadi USD1.829,90 pada Jumat, 15 Januari, dan turun USD3,5 atau 0,19 persen menjadi USD1.851,40 pada Kamis, 14 Januari.

    "Apakah perasaan hormat akan bertahan sore hari tetap dipertanyakan ketika tindakan pertama Biden adalah membalikkan beberapa kebijakan pendahulunya. Emas mengalami hari yang sangat baik dan bahkan membuka pintu untuk USD1.900," kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia BMO Tai Wong.

    "Indikator yang paling relevan dengan pasar untuk pasar emas adalah penerimaan bahwa rancangan undang-undang stimulus USD1,9 triliun akan diterima di Capitol Hill, terutama di Senat dan apakah itu akan menghadapi angin kencang atau badai," tambahnya.

    Biden dilantik pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) dengan investor fokus pada proposal paket stimulus senilai USD1,9 triliun dan kecepatan distribusi vaksin covid-19. Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dapat dihasilkan dari langkah-langkah stimulus.

    "Komentar Janet Yellen, yang dicalonkan Biden untuk mengepalai Departemen Keuangan, menggarisbawahi perlunya stimulus, juga mendukung logam tersebut," kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Future Bob Haberkorn.

    Yellen, mantan ketua Federal Reserve, mendesak anggota parlemen AS untuk bertindak besar pada pengeluaran bantuan dan mengatakan bantuan pandemi akan menjadi prioritas di atas kenaikan pajak.

    "Emas masih bisa mencapai USD2.000, mungkin pada pertengahan kuartal kedua ketika sejumlah besar orang diinokulasi dan ada begitu banyak uang tunai dalam sistem dengan permintaan hampir kembali normal. Orang-orang akan mulai melihat inflasi dengan sangat cermat," kata Ekonom OCBC Bank Howie Lee.

    Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik sebanyak 44,6 sen atau 1,76 persen menjadi ditutup pada USD25,766 per ons. Kemudian platinum untuk pengiriman April melonjak sebanyak USD24,4 atau 2,23 persen menjadi menetap di USD1.116,40 per ons.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id