comscore

Dituduh Manipulasi, IMF Masih Mempertahankan Kristalina Georgieva

Angga Bratadharma - 13 Oktober 2021 09:56 WIB
Dituduh Manipulasi, IMF Masih Mempertahankan Kristalina Georgieva
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. FOTO: AFP
Washington: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memutuskan untuk mempertahankan Kristalina Georgieva sebagai direktur pelaksananya. Keputusan itu diambil meski ada tuduhan bahwa Georgieva memengaruhi laporan untuk mendukung Tiongkok saat berada di Bank Dunia.

Dewan Eksekutif IMF mengadakan pertemuan untuk meninjau tuduhan bahwa Georgieva telah menekan staf untuk membantu meningkatkan peringkat Tiongkok dalam peringkat Doing Business Bank Dunia. Tak ditampik, tuduhan tersebut memberikan efek tersendiri terhadap citra IMF dan Bank Dunia.
"Setelah melihat semua bukti yang disajikan, Dewan Eksekutif menegaskan kembali kepercayaan penuhnya pada kepemimpinan direktur pelaksana (Kristalina Georgieva) dan kemampuannya untuk terus menjalankan tugasnya secara efektif," kata IMF dalam sebuah pernyataan setelah peninjauannya, dilansir dari CNBC International, Rabu, 13 Oktober 2021.

IMF mengatakan informasi yang disajikan selama peninjauan tidak secara meyakinkan menunjukkan Direktur Pelaksana Kristalina Georgieva memainkan peran yang tidak pantas saat berada di Bank Dunia.

Secara terpisah, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan tanpa bukti langsung lebih lanjut sehubungan dengan peran Direktur Pelaksana Kristalina Georgieva, maka tidak ada dasar untuk dilakukan perubahan dalam kepemimpinan IMF. Georgieva telah menjadi bos IMF sejak Oktober 2019.

Sebelumnya, dia bekerja sebagai CEO Bank Dunia sejak 2017. Dalam kapasitas ini sebuah laporan, yang dilakukan oleh firma hukum WilmerHale dan diminta oleh Komite Etika Bank Dunia, mengatakan dia memengaruhi hasil beberapa penelitian besar untuk membuat peringkat Tiongkok terlihat lebih baik.

WilmerHale mengungkapkan pada September bahwa selama waktunya di Bank Dunia Georgieva terlibat langsung dalam upaya meningkatkan peringkat Tiongkok dalam Laporan Doing Business. Namun, Georgieva membantah tuduhan tersebut.

Laporan doing business

Laporan Doing Business adalah bagian utama dari penelitian tahunan di Bank Dunia yang menilai seberapa ramah suatu negara untuk kegiatan bisnis. Dalam laporan 2018, Tiongkok awalnya berada di peringkat 85, tetapi setelah mendapat pengaruh dari dalam tim kepemimpinan dan intervensi dari Beijing, negara itu berada di peringkat ke-78, menurut penilaian WilmerHale.

"Saya tidak setuju secara fundamental dengan temuan dan interpretasi (dari laporan WilmerHale)" kata Georgieva.

Negara-negara seperti Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris dilaporkan mendukung Georgieva untuk tetap menjadi pemimpin IMF. Namun, beberapa pejabat di Amerika Serikat sedikit lebih skeptis. Sedangkan Yellen menilai kekhawatiran itu sah.

Yellen mengatakan laporan WilmerHale mengangkat masalah dan kekhawatiran yang sah. "AS percaya langkah proaktif harus diambil untuk memperkuat integritas dan kredibilitas data di IMF," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id