Dolar AS Libas Mata Uang Safe Haven

    Antara - 07 Desember 2021 08:05 WIB
    Dolar AS Libas Mata Uang <i>Safe Haven</i>
    Dollar AS. Foto ; MI.



    New York: Dolar naik tipis terhadap mata uang safe haven seperti yen dan franc Swiss pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah berita yang meyakinkan tentang varian virus korona Omicron. Sementara dolar Australia yang telah melemah dalam beberapa pekan terakhir karena kekhawatiran pertumbuhan juga menguat.

    Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik dan pasar saham menguat setelah diberitakan pengamatan awal menunjukkan pasien Omicron hanya memiliki gejala ringan, membalikkan beberapa aksi jual besar-besaran pada Jumat, 3 Desember 2021..

     



    "Tidak adanya perkembangan negatif seputar Omicron selama akhir pekan tampaknya membantu pasar stabil hari ini setelah pergerakan dramatis pada akhir pekan lalu," Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, dikutip dari Antara, Selasa, 7 Desember 2021.

    Dolar terangkat 0,5 persen terhadap yen Jepang dan meningkat 0,9 persen terhadap franc Swiss. Yen dan franc biasanya menarik investor yang mencari keamanan ketika ketegangan ekonomi atau geopolitik meningkat. Dolar merosot 0,3 persen terhadap mata uang Jepang pada akhir pekan lalu 3 Desember 2021.

    Kerugian greenback pada Jumat 3 Desember 2021 juga mengikuti laporan pekerjaan yang di bawah perkiraan, meskipun data tidak banyak mengguncang ekspektasi pasar Federal Reserve (Fed) akan mempercepat laju pelonggaran stimulus dan menaikkan suku bunga, mulai tahun depan.

    Indeks mata uang Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,1 persen menjadi 96,309, tidak jauh dari tertinggi 16 bulan di 96,938 yang disentuh akhir bulan lalu.

    Investor telah tumbuh lebih bullish terhadap dolar dalam beberapa pekan terakhir, dengan taruhan net long pada greenback meningkat ke level tertinggi sejak Juni 2019, data dari CFTC AS menunjukkan pada Jumat, 3 Desember 2021. Sementara itu dolar Australia terangkat 0,64 persen, rebound dari level terendah 13 bulan yang dicapai minggu lalu.

    Rubel Rusia tergelincir ke zona merah pada akhir perdagangan Senin 6 Desember 2021 setelah Presiden AS Joe Biden memperingatkan timpalannya dari Rusia Vladimir Putin tentang konsekuensi ekonomi yang parah jika terjadi invasi Ukraina menjelang pembicaraan telepon antara kedua pria itu pada Selasa.

    Dolar Kanada menguat terhadap mitra AS pada Senin, 6 Desember 2021 karena harga minyak naik dan perhatian beralih ke keputusan suku bunga bank sentral Kanada minggu ini, dengan mata uang pulih dari level terendah dalam lebih dari dua bulan.

    Di tempat lain, mata uang kripto mengalami kerugian besar dari akhir pekan yang liar yang sempat menghancurkan bitcoin lebih dari 20 persen. Bitcoin tergelincir 0,6 persen menjadi sekitar USD49.166,35 per keping pada Senin 6 Desember 2021. 

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id