Lonjakan Covid-19 Susutkan Harga Minyak Dunia

    Angga Bratadharma - 14 November 2020 09:02 WIB
    Lonjakan Covid-19 Susutkan Harga Minyak Dunia
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Harga minyak dunia jatuh pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena pandemi covid-19 terus membayangi prospek pasar minyak. Kasus kenaikan infeksi covid-19 mencapai rekor kembali di Amerika Serikat (AS) dan memicu kekhawatiran dari para pedagang.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 November 2020, West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember kehilangan 99 sen menjadi USD40,13 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun 75 sen menjadi USD42,78 per barel di London ICE Futures Exchange.

    "Penurunan harga tidak hanya disebabkan oleh fakta bahwa penghindaran risiko meningkat lagi karena pandemi, tetapi lebih pada kemerosotan nyata dalam situasi penawaran atau permintaan fundamental," kata Analis Energi Commerzbank Research Eugen Weinberg.

    "Jika OPEC+ meningkatkan produksi seperti yang direncanakan pada awal 2021, kekhawatiran tentang kelebihan pasokan baru di pasar minyak mungkin akan meningkat lagi, yang akan membebani harga minyak," tambah Weinberg.

    Sementara itu, Badan Energi Internasional dan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah merevisi turun perkiraan permintaan minyak global untuk tahun ini. Pada minggu ini, minyak mentah berjangka WTI naik 8,1 persen, dan Brent naik 8,4 persen.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Meski menguat, namun para investor terus mencermati perkembangan kenaikan kasus infeksi covid-19 yang kembali melonjak tajam karena berpeluang berdampak terhadap ekonomi.

    Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 399,64 poin atau 1,37 persen menjadi 29.479,81. Sedangkan S&P 500 meningkat 48,14 poin atau 1,36 persen menjadi 3.585,15. Indeks Komposit Nasdaq naik 119,70 poin atau 1,02 persen menjadi 11.829,29.

    Semua 11 sektor utama S&P 500 naik, dengan sektor energi dan real estat ditutup masing-masing 3,81 persen dan 2,28 persen, memimpin kenaikan.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan delapan dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id