Bursa New York Batal Hapus 3 Perusahaan Tiongkok

    Angga Bratadharma - 06 Januari 2021 08:47 WIB
    Bursa New York Batal Hapus 3 Perusahaan Tiongkok
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Bursa Efek New York atau New York Stock Exchange (NYSE) mengumumkan tidak lagi berencana untuk menghapus tiga raksasa telekomunikasi Tiongkok. Sebelumnya NYSE berencana melakukan delisting terhadap tiga perusahaan Tiongkok sebagai langkah mematuhi perintah dari Presiden AS Donald Trump.

    Mengutip CNBC International, Rabu, 6 Januari 2021, dalam pernyataannya NYSE mengaku pihaknya membatalkan rencana tersebut setelah dilakukan konsultasi lebih lanjut dengan otoritas pengatur terkait dengan Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri.

    Saham China Telecom, China Mobile, dan China Unicom yang terdaftar di Hong Kong menguat setelah berita tersebut. Pengumuman itu muncul setelah NYSE mengatakan pada 31 Desember 2020 bahwa mereka akan 'mendepak' China Telecom, China Mobile, dan China Unicom di NYSE.

    NYSE awalnya berencana untuk menghapus perusahaan Tiongkok di NYSE untuk mematuhi perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump pada November 2020. Perintah itu berisikan larangan bagi perusahaan dan individu Amerika berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang diduga oleh pemerintahan Trump membantu militer Tiongkok.

    Raksasa indeks saham utama seperti MSCI, Indeks S&P Dow Jones, FTSE Russell, dan aplikasi perdagangan populer Robinhood juga telah mengambil langkah untuk mematuhi perintah eksekutif tersebut.

    Sedangkan Komisi Pengaturan Sekuritas Tiongkok mengatakan perintah eksekutif Trump didasarkan pada tujuan politik. Perintah itu juga sepenuhnya mengabaikan situasi dan kondisi yang sebenarnya terjadi dari perusahaan termasuk hak sah investor global, aturan, dan ketertiban pasar.

    Larangan investasi Trump mulai berlaku sebelum Presiden AS terpilih Joe Biden akan dilantik. Sedangkan Biden sepertinya tidak mungkin membuat perubahan langsung pada hubungan AS-Tiongkok. Tetapi, berulang kali ia mengaku lebih suka bekerja bersama sekutu AS dengan menegakkan aturan untuk perdagangan global.

    Namun, pendekatan itu akan berbeda dengan yang dilakukan oleh Pemerintahan Trump, yang sering melakukan tindakan agresif dan sepihak untuk menantang Tiongkok dalam masalah ekonomi dan keamanan nasional. Kondisi itu yang akhirnya memicu terjadi perang dagang antara AS dan Tiongkok dan berselisih mengenai asal mula covid-19.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id