Dolar AS Pamer Kekuatan

    Antara - 26 Juni 2020 09:00 WIB
    Dolar AS Pamer Kekuatan
    Ilustrasi. FOTO: AFP/PAUL J RICHARDS
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Penguatan terjadi meski ada peningkatan kekhawatiran atas kenaikan cepat infeksi virus korona di beberapa negara bagian AS dan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

    Mengutip Antara, Jumat, 26 Juni 2020, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat 0,18 persen jadi di 97,41. Euro tergelincir karena aset berisiko di kawasan itu, termasuk obligasi Italia melemah, ketika bank sentral Eropa (ECB) berselisih melawan pengadilan Jerman terhadap rencana pencetakan uangnya.

    Jumlah kasus harian baru di seluruh Amerika Serikat naik mendekati rekor tertinggi. Texas menghentikan pembukaan kembali secara bertahap sebagai tanggapan atas lonjakan infeksi covid-19 dan perawatan di rumah sakit.

    Lebih dari 36 ribu kasus baru AS tercatat pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), hanya beberapa ratus dari rekor tertinggi 24 April. Ini membuat investor lebih pesimistis tentang peluang pemulihan ekonomi yang cepat.

    "Ini akselerasi sangat cepat di banyak negara bagian AS, yang akan terus menjadi masalah bagi pasar," kata Ahli Strategi Makro Wells Fargo Erik Nelson, di New York.

    Data pada Kamis, 25 Juni menunjukkan permintaan yang lemah memaksa pengusaha-pengusaha AS memberhentikan pekerja. Kemudian mempertahankan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran yang sangat tinggi, bahkan ketika bisnis telah dibuka kembali.

    Pesanan baru untuk barang modal buatan AS rebound lebih dari yang diperkirakan pada Mei, tetapi hanya memperoleh kembali sebagian dari penurunan dua bulan sebelumnya. Pasar valas sebagian besar telah melacak pergerakan ekuitas karena sentimen risiko berubah. Wall Street beragam setelah hari terburuk S&P 500 dalam dua minggu.

    Perselisihan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, dengan Washington menandai kemungkinan perubahan tarif pada barang-barang UE, juga merusak sentimen risiko. "Ada sedikit kegelisahan yang terjadi di pasar keuangan Eropa, yang mungkin membebani euro," kata Nelson.

    ECB juga mengatakan akan menawarkan pinjaman euro terhadap agunan kepada bank-bank sentral di luar kawasan euro untuk menghambat pasar pendanaan di tengah pandemi virus korona. Euro terakhir turun 0,32 persen menjadi 1,1214 dolar. Dolar menguat 0,16 persen terhadap yen Jepang menjadi 107,19 yen.

    Beberapa ahli strategi menunjuk kurangnya momentum di pasar mata uang dan mengatakan permintaan sebagian didorong oleh dana investasi, perusahaan dan lembaga lain yang membuat penyesuaian akhir periode terhadap neraca mereka.

    "Kami berada di akhir bulan, akhir kuartal dan setengah tahun, dan kedua perusahaan dan institusi sedang melakukan penyeimbangan kembali, dan itu lah yang mendorong pasar dalam jangka pendek," kata Direktur Pelaksana Moneycorp Amerika Utara Thomas Anderson.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id