Dolar AS Tumbang

    Angga Bratadharma - 24 Juni 2020 09:03 WIB
    Dolar AS Tumbang
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Para pelaku pasar mencerna sejumlah data ekonomi. Tidak ditampik, pandemi covid-19 telah memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian Amerika Serikat.

    Mengutip Xinhua, Rabu, 24 Juni 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,39 persen menjadi 96,6619. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1312 dibandingkan dengan USD1,1260 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2522 dibandingkan dengan USD1,2471 pada sesi sebelumnya.

    Dolar Australia naik hingga USD0,6936 dibandingkan dengan USD0,6917. Dolar AS membeli 106,47 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 106,92 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9444 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9474 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3540 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3524 dolar Kanada.

    Perusahaan-perusahaan sektor AS memberi sinyal perlambatan dalam tingkat kontraksi produksi pada Juni, meski bisnis mulai dibuka kembali dalam skala yang lebih besar. Demikian menurut sebuah laporan yang dirilis oleh penyedia informasi global yang berbasis di London IHS Markit.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat melonjak pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) dengan Nasdaq ditutup pada rekor baru. Ini didorong oleh kenaikan kuat di saham terkait teknologi. Meski demikian, pandemi covid-19 masih terus membayangi bursa saham Wall Street.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 131,14 poin atau 0,50 persen menjadi 26.156,10. Sedangkan S&P 500 naik 13,43 poin atau 0,43 persen menjadi 3.131,29. Indeks Komposit Nasdaq naik 74,89 poin atau 0,74 persen ke level 10.131,37.

    Ini menandai penutupan tertinggi kedua sepanjang masa berturut-turut untuk benchmark sektor teknologi-berat dan kenaikan harian kedelapan beruntun. Adapun kondisi tersebut terjadi di tengah kasus covid-19 yang terus melonjak di Amerika Serikat.

    Saham Apple naik 2,13 persen, menyusul kenaikan 2,62 persen di sesi sebelumnya. Raksasa teknologi AS meluncurkan beberapa pembaruan besar, termasuk preview versi terbaru dari sistem operasi iPhone, iOS 14, selama virtual Worldwide Developers Conference. Saham teknologi besar lainnya termasuk Amazon dan Microsoft juga berakhir lebih tinggi.

    Sektor teknologi S&P 500 naik 0,7 persen, di antara kelompok berkinerja terbaik. Sedangkan terkait data, Indeks Output PMI Komposit AS (Purchasing Managers) mencatat level 46,8 di Juni, naik dari 37,0 di Mei, penyedia informasi global yang berbasis di London, IHS Markit.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id