Emas Dunia Rebound

    Antara - 13 Mei 2020 07:36 WIB
    Emas Dunia <i>Rebound</i>
    Ilustrasi. FOTO: ANTARA/REUTERS/am
    Chicago: Harga emas menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), rebound dari kerugian dua hari sebelumnya. Kondisi itu di tengah ekspektasi lebih banyak stimulus dari Federal Reserve AS untuk mendukung ekonomi yang terpukul pembatasan virus korona, sementara pelemahan dolar AS juga memberikan dukungan lebih lanjut.

    Mengutip Antara, Rabu, 13 Mei 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik USD8,8 atau 0,52 persen menjadi USD1.706,8 per ons.

    Emas berjangka jatuh USD15,9 atau 0,93 persen menjadi USD1.698 per ons pada Senin, 11 Mei, setelah terpangkas USD11,9 atau 0,69 persen menjadi USD1.713,90 per ons pada Jumat, 8 Mei.

    "The Fed akan mulai membeli reksa dana obligasi yang diperdagangkan di bursa efek (ETF) untuk pertama kalinya. Ini besar dan ini lebih banyak stimulus datang ke meja dan semua orang tahu ketika ada lebih banyak stimulus, Anda ingin memiliki lebih banyak emas," kata Kepala Pedagang US Global Investors Michael Matousek.

    Bank sentral AS akan mulai membeli saham ETF yang berinvestasi dalam obligasi pada Selasa, 12 Mei, melalui Fasilitas Kredit Korporasi Pasar Sekunder. Fasilitas ini adalah salah satu dari beberapa alat yang baru-baru ini dibuat oleh The Fed untuk meningkatkan fungsi pasar setelah pandemi.

    "Emas selama satu setengah bulan terakhir telah diperdagangkan dalam kisaran sempit," kata Matousek, seraya menambahkan salah satu hal positif yang dapat mendorong emas adalah akan lebih banyak stimulus di seluruh dunia.

    Presiden AS Donald Trump kembali mendorong the Fed untuk mengadopsi suku bunga negatif, bahkan ketika beberapa anggota bank sentral mengatakan mereka tidak melihat perlunya suku bunga -sekarang mendekati nol- untuk pindah ke wilayah negatif.

    Emas telah meningkat lebih dari 12 persen sepanjang tahun ini karena bank-bank sentral global mengeluarkan gelombang stimulus untuk membatasi kerusakan ekonomi. Emas cenderung mendapat manfaat dari langkah-langkah stimulus luas karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

    Indeks dolar, juga dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa-masa yang tidak pasti, turun 0,3 persen setelah sebelumnya mencapai tertinggi dua minggu. Ketakutan yang semakin besar akan gelombang kedua infeksi juga mendukung emas ketika kota Wuhan di Tiongkok, tempat pandemi itu berasal, melaporkan kasus baru sejak pengunciannya dicabut.

    Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 2,9 sen atau 0,18 persen menjadi USD15,709 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli turun sebanyak USD3,9 atau 0,5 persen menjadi  USD777,4 per ons.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id