2 Faktor Ini Jadi Penyebab Kemilau Emas Dunia Redup

    Antara - 08 April 2021 08:05 WIB
    2 Faktor Ini Jadi Penyebab Kemilau Emas Dunia Redup
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    Chicago: Harga emas dunia tergelincir pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena aksi ambil untung dari kenaikan empat hari beruntun dan sehari setelah mencapai level tertinggi lebih dari satu minggu. Data ekonomi yang kuat dari Amerika Serikat mendukung harapan pemulihan cepat yang juga meredupkan daya tarik logam mulia.

    Mengutip Antara, Kamis, 8 April 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, turun USD1,40 atau 0,08 persen menjadi USD1.741,60 per ons. Sehari sebelumnya, Selasa, 6 April, emas berjangka melonjak USD14,2 atau 0,82 persen menjadi USD1.743,00, setelah menyentuh posisi tertinggi sesi di USD1.746,55.






    Emas berjangka naik tipis USD0,4 atau 0,02 persen menjadi USD1.728,80 pada Senin, 5 April, setelah terangkat sebanyak USD12,8 atau 0,75 persen menjadi USD1.728,40 pada Kamis, 1 April, dan melambung sebanyak USD29,6 atau 1,76 persen menjadi USD1.715,60 pada Rabu, 31 Maret.

    "Jika kita mendapatkan kekuatan berkelanjutan dalam laporan ekonomi, saya kira kita akan melihat kemungkinan yang lebih besar dari kenaikan suku bunga dan imbal hasil meningkat. Yang pada akhirnya akan berdampak negatif pada emas," kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

    Emas yang tidak memberikan imbal hasil sangat sensitif terhadap suku bunga yang lebih tinggi, karena meningkatkan peluang kerugian untuk memegang aset tersebut.

    Data pada Selasa menunjukkan lowongan pekerjaan AS naik ke level tertinggi dua tahun pada Februari, sementara penguatan permintaan domestik membantu perekrutan di tengah peningkatan vaksinasi covid-19 dan bantuan pandemi tambahan dari pemerintah.

    Sementara itu, Federal Reserve AS tetap berhati-hati tentang berlanjutnya risiko pandemi virus corona dan berkomitmen untuk memberikan dukungan kebijakan moneter sampai kebangkitan lebih aman, risalah rapat bank sentral untuk Maret menunjukkan.

    "Tidak banyak indikasi tentang apa yang akan mereka lakukan (berkenaan dengan suku bunga) yang membuatnya jelas bahwa untuk klarifikasi nyata kita harus menunggu dan melihat apa yang terjadi dengan berita ekonomi," kata Sica.

    Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan prospeknya untuk pertumbuhan ekonomi global lagi pada Selasa waktu setempat, memperkirakan produksi dunia akan naik 6,0 persen tahun ini, tingkat yang tidak terlihat sejak tahun 1970-an. S&P 500 menambah keuntungan, sementara indeks dolar naik tipis setelah Fed merilis risalah pertemuannya.

    Kemudian logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik sebanyak dua sen atau 0,08 persen, menjadi USD25,247 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli turun sebanyak USD8,6 atau 0,69 persen, menjadi USD1.231,9 per ons.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id