Saudi Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Melonjak

    Antara - 13 Januari 2021 08:00 WIB
    Saudi Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Melonjak
    Ilustrasi. FOTO: AFP/JUAN BARRETO



    New York: Harga minyak dunia mencapai level tertinggi 11 bulan dan sedikit di bawah USD57 per barel pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kenaikan didukung rencana Arab Saudi untuk membatasi pasokan, mengimbangi kekhawatiran bahwa meningkatnya kasus covid-19 secara global akan membatasi permintaan bahan bakar.

    Mengutip Antara, Rabu, 13 Januari 2021, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret naik 92 sen atau 1,7 persen menjadi USD56,58 per barel. Sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak Februari lalu di USD56,75. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terangkat 96 sen atau 1,8 persen menjadi USD53,21 per barel.






    Arab Saudi berencana untuk memangkas produksi dengan tambahan satu juta barel per hari (bph) pada Februari dan Maret untuk menjaga persediaan tetap terkendali. Pemotongan pasokan Saudi adalah bagian dari kesepakatan yang dipimpin OPEC dan sebagian besar produsen akan mempertahankan produksi stabil pada Februari.

    Pemangkasan rekor tahun lalu dari OPEC dan sekutunya membantu minyak pulih dari posisi terendah bersejarah yang dicapai pada April.

    Tetapi kepatuhan OPEC+ dengan pembatasan produksi minyak yang dijanjikan turun menjadi 75 persen pada Desember, di antara level terendah sejak perjanjian pasokan dimulai pada Mei 2020, pelacak tanker Petro-Logistics mengatakan, yang dapat membebani harga minyak.

    Menurut laporan Badan Informasi Energi (EIA) produksi minyak mentah AS juga diperkirakan turun 190 ribu barel per hari (bph) pada 2021 menjadi 11,1 juta barel per hari, penurunan yang lebih kecil dari perkiraan sebelumnya untuk penurunan 240 ribu barel per hari.

    "Penyimpanan di Cushing hanya 10,2 juta barel di bawah rekor tertinggi sepanjang masa, jadi tidak ada masalah dengan pasokan di sini di AS, tetapi kompleks tersebut menanggapi secara positif obrolan tentang kekurangan pasokan ini," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho Bob Yawger.

    Minyak juga naik karena ekspektasi penurunan stok minyak mentah AS. Analis memperkirakan persediaan minyak mentah turun 2,7 juta barel untuk penurunan minggu kelima berturut-turut. Yang pertama dari dua laporan pasokan minggu ini, dari American Petroleum Institute, akan dirilis pukul 16.30 waktu setempat (21.30 GMT).

    Pasar juga didukung oleh prospek peningkatan stimulus ekonomi di Amerika Serikat. Presiden terpilih Joe Biden, yang akan menjabat pada 20 Januari, telah menjanjikan triliunan untuk pengeluaran bantuan pandemi ekstra.

    Namun, kenaikan harga minyak dibatasi oleh kekhawatiran permintaan karena kasus virus korona meningkat di seluruh dunia. Otoritas Tiongkok memberlakukan pembatasan baru di daerah-daerah sekitar Beijing pada Selasa waktu setempat dan Jepang akan memperluas keadaan darurat di luar Tokyo.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id