Meningkatnya Ketegangan UE-Tiongkok Berpotensi Bahayakan Kesepakatan Investasi Baru

    Angga Bratadharma - 02 April 2021 16:06 WIB
    Meningkatnya Ketegangan UE-Tiongkok Berpotensi Bahayakan Kesepakatan Investasi Baru
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    Brussel: Ketegangan yang kian memburuk antara Uni Eropa (UE) dan Tiongkok dapat membahayakan kesepakatan investasi yang baru-baru ini dinegosiasikan oleh kedua belah pihak. Sebelumnya, UE mengenakan sanksi terhadap empat pejabat Tiongkok dan satu entitas atas pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Xinjiang barat laut Tiongkok.

    Langkah tersebut merupakan bagian dari tindakan terkoordinasi terhadap Beijing oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya termasuk Inggris dan Kanada. Sedangkan Tiongkok dengan cepat membalas serangan UE dengan mengumumkan daftar hitamnya yang terdiri dari 10 orang termasuk anggota parlemen Eropa dan empat entitas.






    Tanggapan Beijing pada gilirannya memicu peringatan dari beberapa anggota Parlemen Eropa. Mereka menyatakan sikap tidak akan meratifikasi kesepakatan investasi UE-Tiongkok yang telah disepakati pada Desember.

    "Pencabutan sanksi terhadap anggota parlemen adalah prasyarat bagi kami untuk mengadakan pembicaraan dengan Pemerintah Tiongkok tentang kesepakatan investasi," kata Kathleen van Brempt, Anggota Parlemen dari kelompok Sosialis dan Demokrat berhaluan kiri, dilansir dari CNBC International, Jumat, 2 April 2021.

    S&D adalah pengelompokan politik terbesar kedua di Parlemen Eropa, dengan 145 anggota parlemen. Mereka yang menjadi sasaran sanksi Tiongkok juga ikut mempertimbangkan.

    Reinhard Bütikofer, anggota parlemen Jerman, mengatakan dalam sebuah postingan Twitter bahwa ratifikasi kesepakatan UE-Tiongkok tidak menjadi lebih mungkin setelah Beijing menjatuhkan sanksi untuk menghukum kebebasan berbicara. Bütikofer adalah anggota parlemen dari kelompok Aliansi Bebas Hijau/Eropa dan Ketua Delegasi Parlemen Eropa Tiongkok.

    Sementara itu, anggota parlemen Slovakia, Miriam Lexmann dari kelompok Partai Rakyat Eropa kanan-tengah mengatakan dalam sebuah tweet bahwa tindakan Tiongkok akan memperjelas bahwa mereka tidak tertarik untuk menjadi mitra melainkan sebagai saingan sistematis yang merusak nilai-nilai dan prinsip-prinsip fundamental.

    "Parlemen Eropa akan memberikan suara pada kesepakatan investasi UE-Tiongkok pada awal 2022," kata S&D.

    "Negosiasi memakan waktu tujuh tahun dan kesepakatan itu, jika diratifikasi, akan memungkinkan investor Eropa memiliki akses yang belum pernah terjadi sebelumnya ke pasar Tiongkok," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

    Dalam pernyataan bersama yang dirilis, Menteri Luar Negeri AS dan Menteri Luar Negeri Kanada dan Inggris menuduh program penindasan ekstensif Tiongkok mencakup pembatasan berat pada kebebasan beragama, penggunaan kerja paksa, penahanan massal di kamp-kamp interniran, sterilisasi paksa, dan penghancuran bersama warisan Uighur.

    Sedangkan Tiongkok mengklaim telah berulang kali membantah tuduhan kerja paksa, dan mengklaim bahwa kamp tersebut adalah kamp pendidikan ulang untuk menyingkirkan ekstremisme dan mengajarkan keterampilan kerja baru kepada orang-orang.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id