Dolar AS Tergelincir

    Antara - 29 April 2021 09:01 WIB
    Dolar AS Tergelincir
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    New York: Dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Federal Reserve memupus harapan penurunan awal dalam pembelian obligasi bulanan dan secara keseluruhan berhati-hati tentang prospek inflasi dan ekonomi secara keseluruhan.

    Mengutip Antara, Kamis, 29 April 2021, pada akhir pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) selama dua hari, Fed, seperti yang diperkirakan, mempertahankan suku bunga tidak berubah mendekati nol, tetapi mengakui adanya peningkatan dalam ekonomi AS.






    Ketua Fed Jerome Powell, dalam sambutannya setelah pernyataan bank sentral, mengatakan ini bukan waktunya untuk berbicara tentang pengurangan pembelian asetnya. Pernyataan itu memicu penurunan lebih lanjut dalam dolar.

    Greenback telah menguat sehubungan dengan kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS dengan pandangan bahwa program vaksinasi yang berhasil dan penguatan data ekonomi akan mendorong The Fed untuk berbicara tentang mengurangi pembelian obligasi lebih cepat daripada yang diperkirakan.

    "Powell melemparkan air dingin pada pembicaraan tentang tapering (pengurangan bertahap stimulus bank sentral), dan itu telah menjadi pendorong utama dalam pergerakan melemahnya dolar," kata Direktur Pelaksana, analisis mata uang global di Action Economics di Tampa, Florida, Ron Simpson.

    Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun merosot menjadi 1,618 persen setelah komentar Powell.

    "Jalur ekonomi akan sangat bergantung pada jalannya virus, termasuk kemajuan vaksinasi. Krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung terus membebani ekonomi dan risiko terhadap prospek ekonomi tetap ada," kata Fed dalam pernyataannya.

    Dalam perdagangan sore hari, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,3 persen menjadi 90,576 dolar. Euro menguat 0,3 persen menjadi 1,2126 dolar, sedangkan dolar tergelincir 0,1 persen terhadap mata uang Jepang menjadi 108,59 yen.

    "Seperti apa adanya, tidak ada di sini untuk mengubah pandangan kami bahwa Fed tidak akan mulai mengurangi pembelian aset bulanan sampai awal tahun depan dan tidak akan mulai menaikkan suku bunga hingga akhir 2023," kata Kepala Ekonom AS di Capital Economics, Paul Ashworth, dalam sebuah catatan yang dikirim setelah pernyataan Fed.

    Powell juga menegaskan kembali bahwa kenaikan inflasi tahun ini bersifat sementara dan itu tidak akan memenuhi standar untuk menaikkan suku bunga.

    "Pada titik tertentu, inflasi AS akan meningkat dan Powell sangat jelas tentang itu. Tapi saya tidak berpikir itu akan terjadi dalam semalam dan ketika itu terjadi, itulah saat imbal hasil obligasi akan bergerak lebih tinggi lagi," dan dolar akan bergerak lebih tinggi bersama mereka," kata Simpson dari Action Economics.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id