comscore

Gagal Diakuisisi IBC, StreetScooter Dicaplok Odin Automotive

Husen Miftahudin - 10 Januari 2022 13:17 WIB
Gagal Diakuisisi IBC, StreetScooter Dicaplok Odin Automotive
Armada Streetscooter. Foto : StreetScooter.
Jakarta: Holding baterai nasional alias Indonesia Battery Corporation (IBC) gagal mengakuisisi StreetScooter Engineering, produsen kendaraan listrik yang berbasis di Jerman. StreetScooter Engineering secara resmi telah diambil alih Odin Automotive, perusahaan kendaraan bermotor yang berpusat di Luksemburg. Odin telah menyelesaikan transaksi dengan Deutsche Post DHL Group terkait akusisi tersebut.

Aksi Odin ini didukung oleh beberapa institusi keuangan dan perusahaan investasi berskala global, di antaranya Sparta Capital Management, Hitachi dan Neapco dari Jepang, serta GIC yang merupakan perusahaan investasi milik pemerintah Singapura. Akuisisi ini menjadikan Odin sebagai pengendali perusahaan, pemilik hak kekayaan intelektual, dan menjadi pemilik seluruh anak usaha StreetScooter.
"Akuisisi StreetScooter dari Deutsche Post menandai pencapaian besar bagi kami dan kami memperoleh OEM (Original Equipment Manufacturer) yang terbukti dan mapan di bidang kendaraan listrik," kata CEO dan Chairman Odin Automotive Stefan Krause dalam keterangan resminya, Senin, 10 Januari 2022.

Stefan menambahkan, akuisisi ini merupakan salah satu langkah ekspansi perusahaan untuk memperluas cakupan pasar kendaraan bertenaga listrik, dari hulu sampai hilir. Pencaplokan ini sekaligus mengamankan aspek pengembangan sistem baterai dan manufaktur sehingga menguntungkan Odin. Perusahaan itu juga memegang tambahan pemesanan kendaraan listrik yang sebelumnya dikuiasai oleh Deutsche Post sebanyak 3.500 unit.

Sebelumnya, BUMN Indonesia yang terdiri atas Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID atau PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero) berencana mengakusisi StreetScooter sebagai bagian untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, dari nikel menjadi baterai listrik lalu memiliki teknologi membangun motor dan mobil listrik Indonesia.


Gagal diakusisi IBC


Namun, rencana tersebut menuai kritik, di antaranya dari Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dia menilai rencana itu tidak masuk akal. Menurutnya, pengambilalihan saham StreetScooter tidak layak untuk membangun ekosistem kendaraan listrik dalam negeri.

Sementara itu, Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa gagalnya akuisisi oleh IBC itu karena Indonesia kalah gesit dengan Singapura.

"BUMN Singapura beli, dan opsi itu sudah tidak lagi diberikan ke kita, sayang," ucapnya.

Dia pun menyayangkan dinamika aksi korporasi ini yang penuh dengan kendala, termasuk penolakan dari beberapa pihak. Kendati prospek bisnis StreetScooter dinilai cukup menjanjikan untuk jangka panjang.

"Barang itu (perusahaan mobil asal Jerman), barang bagus. Kita bilang, ini rugi lah, apa lah. Belum kerja saja sudah bilang rugi," ketus Bahlil.

Direktur Kelembagaan Mind Id (Inalum) Dany Amrul Ichdan pada kesempatan berbeda mengungkapkan bahwa aksi korporasi IBC untuk mengakuisisi StreetScooter melalui konsorsium Odin Automotive belum dapat dilanjutkan, karena sudah melewati jadwal yang ditargetkan Deutsche Post DHL sebagai Pemilik Stretscooter di akhir November 2021 lalu.

"Kita harus berlomba dengan kecepatan menangkap peluang. Namun sering terjebak pada intrik like and dislike tanpa asumsi validitas kajian bisnis yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga momentum untuk menguasai teknologi manufaktur mobil listrik dan memasuki pasar global kita lewatkan," ucap dia.

Padahal, menurut Dany, aksi ini merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat hilirisasi ekosistem baterai yakni dengan mempercepat produksi mobil listrik yang teknologi dan pasarnya sangat menjanjikan.

Dany bilang, sesungguhnya kajian keekonomian, kajian teknik, legal dan komersial juga sudah dilakukan dengan hasil yang baik. Namun, dirinya tidak menampik ada aspek risiko yang timbul, namun hal ini juga sudah disiapkan strategi mitigasinya.

Sehubungan dengan kajian dan peluang yang bagus tersebut, dirinya menilai wajar bila banyak investor di pasar global yang ingin memperkuat value chain bisnisnya dengan mengakuisisi StreetScooter. Dany mengungkapkan, ke depannya sejalan dengan agresifnya IBC dalam menjalankan roadmap, tentu akan banyak aksi korporasi yang dilakukan.

"Kami mohon agar segala asumsi-asumsi publik yang dikeluarkan oleh siapapun, dapat menyajikan data-data yang dapat dipertanggunjawabkan secara empiris dan akuntable agar tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu dan merusak tatanan rencana korporasi," tutup Dany.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id