Lonjakan Pengangguran di AS Bikin Dolar Tersungkur

    Antara - 01 Oktober 2021 08:16 WIB
    Lonjakan Pengangguran di AS Bikin Dolar Tersungkur
    Ilustrasi mata uang dolar AS - - Foto: dok AFP



    New York: Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terpuruk tajam pada akhir transaksi Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Dolar tergelincir akibat kenaikan angka pengangguran mingguan di negara tersebut.

    Mengutip Antara, Jumat, 1 Oktober 2021, indeks dolar yang mengukur mata uang AS terhadap sekeranjang enam rivalnya, anjlok ke 94,504 per USD atau tertinggi sejak 28 September tahun lalu. Terakhir turun 0,2 persen ke 94,199.

     



    Untuk bulan ini, dolar berakhir naik 1,7 persen, atau naik selama dua bulan berturut-turut. Untuk kuartal ketiga, dolar naik 2,0 persen.

    "Bahkan jika dolar AS jatuh kembali sedikit lebih jauh dalam waktu dekat, kami perkirakan akan melanjutkan reli baru-baru ini pada waktunya," ujar asisten ekonom di Capital Economics, Joseph Marlow.

    Berdasarkan data ekonomi AS, klaim pengangguran di negara itu naik untuk minggu ketiga September secara berturut-turut menjadi 362 ribu.

    Laporan lain mengonfirmasi bahwa pertumbuhan ekonomi AS mengalami percepatan di kuartal kedua, pada laju 6,7 persen, berkat uang bantuan pandemi dari pemerintah, yang mendorong belanja konsumen.

    Penguatan dolar baru-baru ini terjadi meskipun ada kebuntuan politik di Washington atas plafon utang AS yang mengancam akan menutup sebagian besar pemerintahan.

    Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan berdiri di 1,524 persen, bertahan di dekat level tertinggi yakni 1,567 persen.

    Adapun dolar mencapai 112,07 yen, tertinggi sejak Februari 2020. Terakhir turun 0,5 persen pada 111,36 yen, persentase penurunan harian terbesar sejak pertengahan Agustus.

    Namun, untuk September dolar membukukan kenaikan 1,2 persen versus yen, dan kenaikan 0,4 persen yang lebih moderat untuk kuartal ketiga.

    Euro melemah 0,1 persen pada 1,1586 dolar, setelah sebelumnya mencapai 1,1563 dolar, terendah sejak Juli 2020.

    Mata uang tunggal Eropa anjlok 1,9 persen terhadap dolar untuk bulan ini (September) dan 2,2 persen lebih lemah untuk kuartal ketiga.

    Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko menguat 0,8 persen menjadi USD0,7232 setelah anjlok 0,9 persen semalam, karena harga bijih besi reli menjelang liburan Golden Week di tujuan perdagangan utama Australia, dan Tiongkok.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id