Risalah Fed: Ketidakpastian Prospek Ekonomi AS Tetap Tinggi

    Angga Bratadharma - 20 Agustus 2020 08:04 WIB
    Risalah Fed: Ketidakpastian Prospek Ekonomi AS Tetap Tinggi
    Gedung The Fed. FOTO: Xinhua/Liu Jie
    Washington: Risalah Federal Reserve menunjukkan pejabat the Fed percaya bahwa ketidakpastian seputar prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) tetap sangat tinggi, dengan pergerakan ekonomi akan sangat bergantung bagaimana arah covid-19. Sejauh ini, kasus infeksi virus mematikan itu terus meningkat.

    "Beberapa risiko terhadap prospek ekonomi telah dicatat, termasuk kemungkinan wabah virus gelombang berikutnya yang dapat mengakibatkan gangguan ekonomi berkepanjangan dan berlarut-larut," kata risalah rapat Fed, dikutip dari Xinhua, Kamis, 20 Agustus 2020.

    Pada pertemuan tersebut, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pengaturan kebijakan the Fed, mempertahankan suku bunga acuannya pada level rekor terendah yaitu 0-0,25 persen. Keputusan itu sambil memperingatkan bahwa kebangkitan kasus covid-19 secara nasional baru-baru ini mulai membebani pemulihan ekonomi.

    Risalah Fed menyebut para pejabat terus menilai akan tepat mempertahankan kisaran target ini sampai mereka yakin ekonomi AS telah melewati badai baru-baru ini. Selain itu, ekonomi AS berada di jalur yang tepat untuk mencapai level data ketenagakerjaan maksimum dan sasaran stabilitas Komite.

    "Anggota setuju bahwa krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan sangat membebani aktivitas ekonomi, pekerjaan, dan inflasi dalam waktu dekat sehingga menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah," ungkap risalah Fed.

    Risalah tersebut juga menyoroti perlunya putaran baru keringanan fiskal, dengan mencatat bahwa bantuan fiskal tambahan menjadi penting untuk mendukung keluarga yang rentan. Dengan demikian perekonomian secara lebih luas bisa tumbuh lebih baik di periode mendatang.

    Adapun negosiasi antara para pemimpin Demokrat dan pejabat Gedung Putih gagal di awal bulan ini, dengan kedua belah pihak saling menyalahkan karena membuat sedikit kemajuan pada paket bantuan yang sangat dibutuhkan. Sementara perekonomian AS mengalami kontraksi pada tingkat tahunan sebesar 32,9 persen di kuartal kedua.

    Hal itu karena AS bergulat dengan dampak penutupan ekonomi akibat covid-19. Kontraksi ekonomi itu menjadi yang terdalam sejak pemerintah mulai mencatat laju perekonomian pada 1947. Ekonomi yang bangkit kembali diperkirakan bakal terjadi pada kuartal ketiga. Tapi sayangnya, kemunculan kembali kasus covid-19 berpeluang merusak prospek pemulihan ekonomi.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id