Emas Dunia Kembali Ditekan Kenaikan Imbal Hasil AS

    Antara - 01 Mei 2021 08:48 WIB
    Emas Dunia Kembali Ditekan Kenaikan Imbal Hasil AS
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    Chicago: Emas melemah lagi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), memperpanjang kerugian untuk hari keempat berturut-turut. Kondisi itu terjadi karena melonjaknya imbal hasil obligasi Pemerintah AS dan data ekonomi yang positif membuatnya tetap di bawah tekanan konstan.

    Mengutip Antara, Sabtu, 1 Mei 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, menyusut 60 sen AS atau 0,03 persen menjadi USD1.767,70 per ons. Sehari sebelumnya, emas berjangka terpangkas USD5,6 atau 0,32 persen menjadi USD1.768,30.






    Emas berjangka juga merosot USD4,9 atau 0,28 persen menjadi USD1.773,90, Rabu, 28 April, setelah turun tipis USD1,3 atau 0,07 persen menjadi USD1.778,80 pada Selasa, 27 April, dan naik tipis sebanyak USD2,3 atau 0,13 persen menjadi USD1.780,10 pada Senin 26, April.

    Imbal hasil pada obligasi Pemerintah AS 10-tahun mencapai tertinggi dua minggu di 1,684 pada Kamis, 29 April, karena obligasi mulai dijual lagi minggu ini setelah melonjaknya kepercayaan konsumen AS, yang mencapai tertinggi 14-bulan pada April.

    "Sementara pasar global bersiap untuk melampaui inflasi, emas berkinerja buruk. Arus keluar institusi-institusi terus membebani logam kuning ketika suku bunga nominal semakin mengurangi dampak perdagangan reflasi," kata TD Securities dalam sebuah catatan.

    Selain belanja konsumen, serangkaian data ekonomi AS, dari inflasi hingga pembangunan rumah, harga rumah dan pekerjaan, telah melebihi perkiraan akhir-akhir ini, meningkatkan harapan untuk pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan dari pandemi virus korona.

    “Saat ini ada peningkatan kepercayaan investor dan konsumen pada keadaan dunia dan keadaan ekonomi AS, dan oleh karena itu pada keadaan dolar,” kata Christian dari CPM Group.

    Angka ekonomi optimistis yang dirilis mengurangi daya tarik emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pendapatan pribadi AS naik 21,1 persen pada Maret, kenaikan bulanan terbesar dalam catatan pemerintah sejak 1959. Sementara itu, belanja konsumen naik 4,2 persen pada Maret.

    Lembaga riset Institute for Supply Management melaporkan bahwa Chicago Business Barometer naik menjadi 72,1 pada April, level tertinggi sejak Desember 1983. Indeks sentimen konsumen, yang dirilis oleh University of Michigan, meningkat menjadi 88,3 pada April, angka terbaik sejak dimulainya pandemi.

    Namun demikian, emas telah naik 3,7 persen pada April, kenaikan bulanan pertama tahun ini. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 21,2 sen atau 0,81 persen menjadi ditutup pada USD25,873 per ons. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD7,6 atau 0,63 persen, menjadi ditutup pada USD1.205,2 per ons.

     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id