Konsorsium Grab-Singtel Buka Lowongan 200 Staf untuk Bank Digital

    Arif Wicaksono - 06 Desember 2020 12:38 WIB
    Konsorsium Grab-Singtel Buka Lowongan 200 Staf untuk Bank Digital
    Digital Bank. Foto : AFP/Christof S.



    Jakarta: Konsorsium Grab-Singtel, salah satu dari dua pelamar yang berhasil mendapatkan lisensi bank penuh digital, telah mulai merekrut sekitar 200 posisi di Singapura yang akan diisi pada akhir tahun depan. Sekitar 10 hingga 15 persen peran pekerjaan di perbankan, fintech, dan teknologi telah diisi.

    "Sebagian besar dari 200 posisi akan menjadi karyawan baru, meskipun karyawan Singtel dan Grab juga dipersilakan untuk bergabung dengan entitas baru," kata kepala eksekutif dan veteran perbankan ritel konsorsium yang baru ditunjuk, Charles Wong, dalam konferensi media dikutip dari The Strait Times, Minggu, 6 Desember 2020.

     



    Dikatakan hal ini akan menciptakan lebih banyak peluang bagi warga Singapura untuk mengambil peran teknologi dan fintech, dan akan membekali mereka dengan keahlian di bidang cyber dan keamanan informasi, ilmu data dan analitik, serta rekayasa teknologi. Peran yang diisi ada di berbagai bidang seperti produk, data, keamanan siber, dan teknologi.

    Entitas baru ini akan fokus melayani konsumen dan usaha kecil, dimulai dengan profesional muda, manajer, eksekutif dan teknisi (PMET), pekerja pertunjukan dengan pendapatan fleksibel, dan mikro-UKM (usaha kecil dan menengah).

    Hal ini bertujuan agar kelompok-kelompok ini dapat dengan mudah mengakses layanan keuangan transparan yang tertanam dalam aktivitas sehari-hari mereka, meskipun belum memiliki rencana konkret tentang layanan yang akan diluncurkan.

    Grab dan Singtel pertama kali membentuk konsorsium untuk mengajukan lisensi bank penuh digital pada Desember tahun lalu. Grab memiliki 60 persen saham, sementara Singtel memegang 40 persen saham sisanya. Ini bertujuan untuk meluncurkan bank digital secara resmi pada awal 2022.

    Ditanya tentang persaingan di kancah perbankan, Arthur Lang, CEO bisnis internasional Singtel, menggambarkan ruang layanan keuangan sebagai kue yang terus tumbuh.

    "Dengan apa yang terjadi dengan pemutus sirkuit dan pandemi, hal ini telah mempercepat pembiasaan digital di antara semua pelanggan kami, serta konsumen dan perusahaan," jelas dia.

    Ia mengakui kompetitor konsorsium, seperti incumbent bank, memiliki senjata digital banking dan berada pada posisi yang kuat. Namun, dia mengatakan konsorsium akan mengikuti kompetisi dengan sehat.

    "Kami tidak akan masuk seperti bank pemula di negara lain di mana mereka mengatakan bahwa mereka ada di luar sana untuk menjatuhkan bank lama. Kami sama-sama berfokus pada pelanggan kami dan apa yang kami butuhkan untuk membuat mereka senang dan memberikan hasil sesuatu yang istimewa," jelas dia.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id