Kabar Buruk! Emas Dunia Terus Tergelincir Lima Hari Berturut-Turut

    Antara - 02 Maret 2021 07:52 WIB
    Kabar Buruk! Emas Dunia Terus Tergelincir Lima Hari Berturut-Turut
    Ilustrasi. FOTO: AFP/PATRICK HERTZOG



    Chicago: Harga emas kembali tergelincir pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), mencatat penurunan untuk hari kelima berturut-turut. Greenback (dolar AS) yang lebih kuat dan meningkatnya sentimen risiko di antara para investor mengurangi daya tarik logam mulia dan menutup dukungan dari penurunan dalam imbal hasil obligasi Pemerintah AS.

    Mengutip Antara, Selasa, 2 Maret 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terpangkas lagi USD5,8 atau 0,34 persen menjadi USD1.723,00 per ons. Akhir pekan lalu, Jumat, 26 Maret, anjlok USD46,60 atau 2,62 persen menjadi USD1.728,80 per ons, penyelesaian terendah sejak Juni 2020.






    Emas berjangka terpangkas USD22,5 atau 1,25 persen menjadi USD1.775,4 pada Kamis, 25 Februari, setelah merosot USD8,0 atau 0,44 persen menjadi USD1.797,90 pada Rabu, 24 Februari, dan tergerus sebanyak USD2,5 atau 0,14 persen menjadi USD1.805,90 pada Selasa, 23 Februari.

    "Visi pemulihan ekonomi, dolar pulih dari posisi terendah baru-baru ini, pasar ekuitas berjalan dengan baik dalam lingkungan ini ada sedikit permintaan yang lebih rendah untuk emas," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger.

    "Tapi di sisi lain, kami melihat stimulus tambahan USD1,9 triliun disuntikkan ke dalam perekonomian (AS) dan kami berpotensi melihat lingkungan inflasi di waktu mendatang, di mana emas memiliki kecenderungan untuk berjalan cukup baik," tambahnya.

    Indeks dolar melonjak ke level tertinggi tiga minggu, sementara optimisme atas stimulus ekonomi dan pembaruan yang menjanjikan pada vaksin covid-19 mengangkat sentimen risiko di pasar keuangan yang lebih luas, dengan tiga indeks utama saham AS naik.

    Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui rancangan undang-undang bantuan virus korona senilai USD1,9 triliun dari Presiden Joe Biden pada Sabtu pagi waktu setempat, mengirimkannya ke Senat untuk dipertimbangkan. "Meskipun emas mungkin didukung oleh stimulus dalam jangka menengah, emas akan menghadapi beberapa rintangan," kata Analis StoneX, Rhona O'Connell.

    Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi baru-baru ini mengancam status itu karena mereka menerjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas yang tidak memberikan pengembalian.

    Data ekonomi AS yang positif juga mengurangi daya tarik emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pengeluaran konstruksi meningkat 1,7 persen menjadi USD1,522 triliun pada Januari, lebih baik dari yang diperkirakan dan lebih tinggi dari lompatan 1,1 persen menjadi USD1,497 triliun pada Desember 2020.

    Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur AS final IHS Markit yang disesuaikan secara musiman tercatat di 58,6 pada Februari, turun dari 59,2 pada Januari tetapi secara luas sejalan dengan perkiraan yang dirilis sebelumnya di 58,5. Namun Institute for Supply Management (ISM) melaporkan PMI Manufaktur AS naik menjadi 60,8 persen pada Februari.

    Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik sebanyak 23,8 sen atau 0,9 persen menjadi USD26,678 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman April naik sebanyak USD6,00 atau 0,51 persen menjadi USD1.191,3 per ons.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id