comscore

Bulgaria Bakal Veto Sanksi Minyak UE Jika Tak Dapat Pengurangan

Antara - 09 Mei 2022 11:31 WIB
Bulgaria Bakal Veto Sanksi Minyak UE Jika Tak Dapat Pengurangan
Ilustrasi. FOTO: AFP/JUAN BARRETO
Sofa: Wakil Perdana Menteri Assen Vassilev mengatakan Bulgaria tidak akan mendukung sanksi baru Uni Eropa terhadap Rusia jika negara Balkan itu tidak mendapat pengurangan dari usulan larangan membeli minyak Rusia.

Pemerintah Uni Eropa bergerak lebih dekat untuk menyetujui sanksi keras terhadap Rusia atas invasi ke Ukraina, tetapi menjadwalkan pembicaraan lebih lanjut pada Senin untuk mengetahui bagaimana memastikan negara-negara yang paling bergantung pada energi Rusia dapat mengatasinya.
"Pembicaraan akan berlanjut Selasa, 10 Mei, pertemuan para pemimpin mungkin diperlukan untuk menyimpulkannya. Posisi kami sangat jelas. Jika ada pengurangan untuk beberapa negara, kami ingin mendapatkan pengurangan juga," kata Vassilev kepada televisi nasional BNT, dilansir dari Antara, Senin, 9 Mei 2022.

"Jika tidak, kami tidak akan mendukung sanksi. Tapi saya tidak berharap sampai itu, berdasarkan pembicaraan saat ini," tambahnya.

Hongaria yang terkurung daratan, Slowakia dan Republik Ceko, yang semuanya sangat bergantung pada minyak mentah Rusia yang dikirim melalui jaringan pipa era Soviet menghadapi tantangan untuk mengamankan sumber-sumber alternatif dan telah meminta pengurangan larangan tersebut. Bulgaria juga telah meminta pengurangan.

Komisi Eropa mengusulkan perubahan untuk embargo awal yang direncanakan pada minyak Rusia untuk memberi tiga negara lebih banyak waktu untuk mengalihkan pasokan energi mereka, sementara Bulgaria tidak ditawari konsesi, kata sumber Uni Eropa.

Perlu mendapatkan pengurangan

Vassilev mengatakan Bulgaria juga perlu mendapatkan pengurangan, karena satu-satunya kilang di pelabuhan Laut Hitam Burgas membutuhkan waktu untuk meningkatkan fasilitas de-sulfurisasi yang diperlukan untuk beralih ke pemrosesan hanya minyak mentah non-Rusia.

Kilang Neftochim Burgas, yang dimiliki oleh LUKOIL Rusia adalah penyedia bahan bakar yang dominan di negara Balkan, yang termiskin di blok 27-anggota. Saat ini, setengah dari minyak yang diprosesnya berasal dari Rusia.

Kurangnya pengecualian akan menimbulkan risiko lingkungan yang serius ke wilayah Burgas atau memaksa kilang minyak untuk mengurangi pemrosesan, yang akan menciptakan defisit dan selanjutnya meningkatkan harga bahan bakar.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id