comscore

Surat Utang Rusia-Belarusia Bisa Gagal Bayar

Antara - 10 Maret 2022 08:10 WIB
Surat Utang Rusia-Belarusia Bisa Gagal Bayar
Invasi rusia ke ukraina. Foto : AFP.
Washington: Kepala ekonom Bank Dunia, Carmen Reinhart menjelaskan Rusia dan Belarusia nyaris gagal bayar (default) karena sanksi besar-besaran yang dijatuhkan terhadap ekonomi mereka oleh Amerika Serikat dan sekutunya atas perang di Ukraina.  

Kekhawatiran Rusia yang gagal membayar obligasi eksternal senilai USD40 miliar, default besar pertama sejak tahun-tahun setelah revolusi Bolshevik 1917, telah membayangi pasar sejak serangkaian sanksi dan tindakan balasan oleh Moskow sebagian besar telah membuat negara itu keluar dari pasar keuangan global.
"Baik Rusia maupun Belarusia berada di wilayah default," kata Reinhart dalam sebuah wawancara dikutip dari Antara, Kamis, 10 Maret 2022.

Fitch telah menurunkan peringkat utang Rusia dengan enam tingkat lebih jauh ke wilayah sampah menjadi "C" dari "B," mengatakan default akan segera terjadi karena sanksi dan pembatasan perdagangan telah merusak kesediaannya untuk membayar utang.

Reinhart mengatakan dampak sektor keuangan sejauh ini terbatas, tetapi risiko dapat muncul jika lembaga-lembaga keuangan Eropa lebih terekspos pada utang Rusia daripada yang diperkirakan.

Sekitar setengah dari obligasi mata uang keras Rusia dipegang oleh investor asing dan Moskow harus membayar USD107 juta dalam pembayaran kupon untuk dua obligasi pada 16 Maret 2022. Perusahaan-perusahaan Rusia hanya memiliki kurang dari USD100 miliar obligasi internasional yang beredar.

Bank-bank asing memiliki eksposur lebih dari USD121 miliar ke Rusia dengan sebagian besar terkonsentrasi di pemberi pinjaman Eropa, menurut data dari Bank of International Settlements.

"Saya khawatir tentang apa yang tidak saya lihat," kata Reinhart.

Tiongkok juga dengan cepat memperluas pinjamannya ke Rusia setelah pencaplokan Krimea pada 2014.

Para analis mengatakan Ukraina juga akan membutuhkan keringanan utang tahun ini mengingat pengeluaran besar-besaran terkait perang dan beban utang yang berat sebesar USD94,7 miliar pada akhir 2021, meskipun negara itu telah berjanji untuk melunasi utangnya tepat waktu dan penuh.

Reinhart mengatakan masuk akal untuk mengharapkan Ukraina mencari bantuan arus kas, dan menyatakan keyakinannya bahwa kreditur akan menerima mengingat situasi saat ini. Ukraina juga bisa melewatkan pembayaran kupon yang akan datang, setidaknya selama masa tenggang, tanpa peringkat kreditnya menderita, katanya.

"Ukraina telah dan akan membuka pintu mengingat situasi keuangannya yang sangat sulit," katanya.

Utang negara Ukraina mencakup USD1,6 miliar utang kepada kreditur Paris Club, dan USD4,9 miliar  kepada kreditur non-Paris Club, yang sebagian besar dipegang oleh Tiongkok.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id