ADB Turunkan Prospek Pertumbuhan Negara Berkembang di Asia Jadi 7,2%

    Ade Hapsari Lestarini - 21 Juli 2021 19:53 WIB
    ADB Turunkan Prospek Pertumbuhan Negara Berkembang di Asia Jadi 7,2%
    Logo ADB. Foto: AFP/Ted Aljibe.



    Manila: Bank Pembangunan Asia (ADB) menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi untuk negara berkembang Asia tahun ini menjadi 7,2 persen dari perkiraan 7,3 persen pada April. Alasannya, karena wabah covid-19 yang baru memperlambat laju pertumbuhan ekonomi dan menghambat pemulihan ekonomi di beberapa kawasan.

    Namun demikian, bank yang berbasis di Manila ini mengangkat prospek pertumbuhan negara berkembang di Asia untuk 2022 menjadi 5,4 persen dari 5,3 persen.

     



    Suplemen untuk publikasi ekonomi unggulan ADB, Asian Development Outlook (ADO) 2021, yang dirilis Selasa, memberikan proyeksi terbaru untuk ekonomi kawasan dan tingkat inflasi di tengah pandemi covid-19.

    "Pemulihan Asia dan Pasifik dari pandemi covid-19 terus berlanjut, meskipun jalannya tetap genting di tengah wabah baru, varian virus baru, dan peluncuran vaksin yang tidak merata," kata Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada dalam sebuah pernyataan, dilansir Xinhua, Rabu, 21 Juli 2021.

    Menurut dia, selain langkah-langkah penahanan dan vaksinasi, peremajaan kegiatan ekonomi secara bertahap dan strategis, misalnya perdagangan, manufaktur, dan pariwisata, akan menjadi kunci untuk memastikan pemulihan itu hijau, inklusif, dan tangguh.

    ADB mengatakan pandemi covid-19 tetap menjadi risiko terbesar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, karena wabah terus berlanjut di banyak negara. Sementara itu, laporan tersebut mengatakan bahwa peluncuran vaksin di kawasan itu semakin cepat. Sebanyak 41,6 dosis diberikan per 100 orang pada akhir Juni, di atas rata-rata global 39,2.

    ADB sebelumnya menaikkan prospek pertumbuhan untuk Asia Timur di 2021 menjadi 7,5 persen dari 7,4 persen pada April, di tengah pemulihan Hong Kong, Korea Selatan, dan Taiwan yang lebih kuat dari perkiraan. Perkiraan pertumbuhan subregional untuk 2022 dipertahankan pada 5,1 persen.

    Prospek pertumbuhan Tiongkok juga dipertahankan pada 8,1 persen tahun ini dan 5,5 persen pada 2022, di tengah kinerja industri, ekspor, dan jasa yang stabil.

    Sementara prospek pertumbuhan tahun ini untuk Asia Tengah telah dinaikkan menjadi 3,6 persen, dari 3,4 persen pada perkiraan April terutama karena prospek yang lebih baik untuk Armenia, Georgia, dan Kazakhstan. Prospek Asia Tengah untuk 2022 tetap pada 4,0 persen.

    Proyeksi untuk Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Pasifik untuk tahun 2021 diturunkan karena wabah baru dipenuhi dengan langkah-langkah penahanan dan pembatasan, yang menghambat kegiatan ekonomi.

    Sedangkan prospek pertumbuhan Asia Selatan untuk 2021 diturunkan menjadi 8,9 persen dari 9,5 persen. Prospek Asia Tenggara 2021 direvisi menjadi 4,0 persen dari 4,4 persen, sedangkan proyeksi untuk ekonomi Pasifik diturunkan menjadi 0,3 persen dari 1,4 persen.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id