Pertemuan Virtual OPEC dan Sekutu Diharapkan Stabilkan Pasar Minyak

    Angga Bratadharma - 04 April 2020 15:05 WIB
    Pertemuan Virtual OPEC dan Sekutu Diharapkan Stabilkan Pasar Minyak
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Jonathan NACKSTRAND
    Riyadh: Kelompok produsen minyak utama OPEC dan mitranya dilaporkan akan mengadakan pertemuan darurat secara virtual dengan semua anggota aliansi energi diharapkan bisa mengambil bagian dalam upaya menstabilkan pasar. Tidak ditampik, perselisihan antara OPEC dengan sekutu telah mengguncang pasar minyak sekarang ini.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 4 April 2020, pertemuan itu direncanakan dilakukan dan terjadi kurang dari 24 jam setelah Presiden AS Donald Trump mengharapkan pemimpin OPEC, Arab Saudi, dan pemimpin non-OPEC, Rusia, bisa memangkas produksi minyak hingga 15 juta barel minyak mentah dari pasar.

    Kementerian Energi Azerbaijan mengatakan pertemuan virtual antara produsen OPEC dan mitra non-OPEC, aliansi yang kadang-kadang disebut sebagai OPEC +, telah dijadwalkan dilakukan pada 6 April. Namun sayangnya, OPEC tidak segera tersedia untuk berkomentar ketika dihubungi oleh CNBC.

    Sementara itu, Trump mengatakan melalui cuitannya di Twitter bahwa ia mengharapkan OPEC+ untuk memotong sekitar 10 juta barel minyak. Menurut Trump jika hal itu terjadi maka bakal  memberi dampak besar bagi industri minyak dan gas. Bahkan, sekitar 30 menit setelah tweet pertamanya, Trump kembali berkata dalam cuitannya di Twitter.

    Dalam cuitannnya, ia menyarankan kesepakatan pemangkasan produksi minyak bisa sebanyak 15 juta barel. "Ini akan menjadi berita bagus untuk semua orang!" kata trump.

    Produksi minyak biasanya dibahas dalam hal barel per hari, tetapi Trump tidak mengacu pada kerangka waktu pemotongan. Selain itu, tidak jelas bagaimana pemotongan akan didistribusikan di seluruh negara penghasil minyak.

    "Tweet Donald Trump ini sungguh omong kosong. Tidak mungkin Rusia dan Arab Saudi akan memangkas produksi hingga 50 persen, yang merupakan titik tengah dari 10 hingga 15 juta barel per hari yang dibicarakannya," kata Kepala Investasi Manajer Investasi Plurimi Patrick Armstrong.

    Sementara Presiden AS Donald Trump mengklaim melalui cuitannya di Twitter bahwa ia telah berbicara dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Selain itu, ia mengklaim telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dari situ, ia berharap keduanya bisa mengatur untuk melakukan pengurangan produksi.

    Ahli Strategi Pasar Negara Berkembang Senior Bluebay Asset Management Timothy Ash berpandangan tidak akan ada kesepakatan mengenai minyak kecuali Putin mendapatkan apa yang dia inginkan.

    "Dan, apa yang diinginkan pemimpin Rusia dari AS adalah jaminan tegas bahwa sanksi akan dihilangkan, dan dia juga ingin Trump membawanya kembali ke dalam tim kepemimpinan global," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id