Harga Minyak Dunia Menyusut

    Antara - 24 Juni 2020 08:27 WIB
    Harga Minyak Dunia Menyusut
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Harga minyak berjangka turun pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu ketika pasar bersiap menerima laporan adanya peningkatan stok minyak mentah AS. Sehingga membuat harga lebih rendah dari tingkat tertinggi sejak sebelum pandemi virus korona.

    Mengutip Antara, Rabu, 24 Juni 2020, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus turun 45 sen atau 1,0 persen menjadi USD42,63 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Agutus turun 36 sen atau 0,9 persen menjadi USD40,37 per barel.

    Sebelumnya harga minyak naik di awal sesi setelah Presiden AS Donald Trump menulis dalam cuitannya bahwa perjanjian perdagangan dengan Tiongkok sepenuhnya utuh. Pasar telah resah oleh komentar mengejutkan dari penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro bahwa kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok sudah berakhir.

    Tetapi harga acuan minyak mentah menurun dalam perdagangan sore. Ekspektasi persediaan AS akan mencapai rekor tertinggi untuk minggu ketiga berturut-turut. Hal ini merusak bullish baru-baru ini di kalangan investor.

    Minyak memperpanjang kerugian dalam perdagangan setelah persediaan minyak mentah AS naik jauh lebih besar dari yang diperkirakan 1,7 juta barel pekan lalu, menurut American Petroleum Institute, sebuah kelompok industri. Itu dibandingkan dengan ekspektasi para analis untuk kenaikan 300 ribu barel. Data pemerintah AS akan dirilis pada Rabu.

    Sebelumnya pada hari itu, kedua kontrak diperdagangkan pada level tertinggi sejak harga jatuh pada 6 Maret setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutu, termasuk Rusia, gagal menyepakati pengurangan produksi. Harga jatuh lebih jauh ketika pandemi memangkas permintaan bahan bakar.

    "Tampaknya kami mengalami beberapa hambatan teknis setelah menutup celah 6 Maret dan kemudian kami melihat aksi ambil untung," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

    Stok minyak mentah AS naik menjadi 539,3 juta barel dalam pekan hingga 12 Juni, tertinggi sepanjang masa, dan diperkirakan meningkat 300 ribu barel dalam pekan hingga 19 Juni, menurut jajak pendapat Reuters.

    Analis mengatakan pasar tidak terkesan dengan laporan manajer pembelian di Amerika Serikat, yang menunjukkan rebound negara itu dari tingkat tertekan virus korona tidak setajam di Eropa.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id