Dolar AS Ambruk di Tengah Langkah Agresif Fed

    Antara - 24 Maret 2020 09:20 WIB
    Dolar AS Ambruk di Tengah Langkah Agresif Fed
    Ilustrasi. FOTO: AFP/PAUL J RICHARDS
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi setelah Federal Reserve meluncurkan langkah-langkah agresif guna mendukung pasar di tengah krisis covid-19.

    Mengutip Antara, Selasa, 24 Maret 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,36 persen menjadi 102,4603 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0733 dari USD1,0654 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,1528 dari USD1,1569 pada sesi sebelumnya.

    Dolar Australia jatuh ke USD0,5792 dibandingkan dengan USD0,5806. Dolar AS dibeli 111,50 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 111,17 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9840 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9891 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,4522 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,4429 dolar Kanada.

    Bank sentral AS mengumumkan rencana untuk membeli surat berharga dan surat berharga yang didukung hipotek AS tanpa batas guna membantu pasar berfungsi lebih efisien di tengah ketidakpastian virus korona. Pandemi virus korona menyebabkan kesulitan besar di seluruh Amerika Serikat dan di seluruh dunia.

    "Upaya agresif harus diambil lintas sektor publik dan swasta untuk membatasi kerugian pada pekerjaan dan pendapatan dan untuk mempromosikan pemulihan cepat setelah gangguan mereda," kata bank sentral AS.

    Dalam serangkaian tindakan, Fed menyetujui langkah-langkah historis untuk pertama kali mendukung pembelian obligasi korporasi dan mengarahkan pinjaman kepada perusahaan, memperluas kepemilikan aset sebanyak yang diperlukan untuk menstabilkan pasar keuangan, dan segera meluncurkan sebuah program mendapatkan kredit untuk usah kecil dan menengah.

    Dolar turun tajam ketika langkah-langkah tersebut diumumkan the Fed, tetapi secara bertahap naik kembali karena investor melihat ke pemerintah yang juga meluncurkan stimulus. "Satu hal yang benar-benar perlu kita lihat adalah lebih banyak amunisi fiskal yang muncul," kata Mazen Issa, ahli strategi mata uang senior di TD Securities di New York.

    Di sisi lain, saham-saham di Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Hal itu terjadi sekalipun Federal Reserve telah meluncurkan langkah-langkah baru yang luas dan lebih agresif untuk mendukung ekonomi yang terpukul akibat meluasnya wabah covid-19.

    Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 582,05 poin atau 3,04 persen menjadi 18.591,93. Indeks S&P 500 jatuh 67,52 poin atau 2,93 persen menjadi 2.237,40. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 18,84 poin atau 0,27 persen menjadi 6.860,67.

    Saham United Technologies anjlok 9,18 persen, memimpin penurunan di Dow. Indeks sempat diperdagangkan sekitar 960 poin lebih rendah pada satu titik selama sesi. Saham Boeing melonjak lebih dari 11 persen, menjadi saham dengan kinerja terbaik dalam indeks 30-saham.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id