Akhirnya Ekonomi AS Tumbuh 33,1% setelah Terkontraksi Tajam di Kuartal II

    Ade Hapsari Lestarini - 30 Oktober 2020 09:49 WIB
    Akhirnya Ekonomi AS Tumbuh 33,1% setelah Terkontraksi Tajam di Kuartal II
    Foto: AFP.
    Washington: Aktivitas ekonomi Amerika Serikat (AS) pada kuartal ketiga tumbuh 33,1 persen secara tahunan. Departemen Perdagangan AS melaporkan ekonomi AS menguat setelah terkontraksi tajam pada kuartal sebelumnya.

    Menurut perkiraan sebelumnya yang dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS, meskipun rebound tercatat tampak cepat, namun ekonomi AS pada kuartal ketiga turun 2,9 persen dibandingkan tahun lalu.

    Melansir Xinhua, Jumat, 30 Oktober 2020, tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) riil tetap di bawah puncak pra-pandemi (kuartal IV-2019). Seorang rekan senior di Peterson Institute for International Economics, David Wilcox, mengatakan ini akan terjadi jika pertumbuhan yang stabil terus berlanjut.

    "Pertumbuhan harus 53,3 persen pada kuartal ketiga untuk mengembalikan tingkat PDB ke puncak sebelumnya, yakni 63,7 persen untuk mencapai kembali tren sebelumnya," kata Wilcox, sembari mencatat masih banyak yang harus dilakukan.

    Saat ini, perekonomian AS masih sekitar 3,5 persen lebih kecil dari pada akhir tahun lalu, sebelum dilanda pandemi. Gregory Daco, kepala ekonom AS di Oxford Economics, mengatakan di Twitter bahwa PDB kuartal ketiga ini memecahkan rekor.

    Dia mengatakan belanja konsumen turun 3,3 persen dari tingkat sebelum pandemi, dan investasi bisnis turun 4,9 persen, kata Daco. Sementara ekspor turun 15,3 persen dan impor turun 7,1 persen. Selain itu belanja pemerintah federal naik 2,6 persen, belanja pemerintah negara bagian dan lokal turun 1,9 persen.

    Kenaikan kuartal III didorong oleh lonjakan dalam belanja konsumen yang dipimpin oleh permintaan barang. Serta pasar properti perumahan yang panas didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang dirangsang secara fiskal dan suku bunga rendah secara historis.

    Rebound pada kuartal ketiga ini terjadi setelah ekonomi jatuh, yang direvisi sebesar 31,4 persen pada kuartal kedua di tengah meningkatnya dampak covid-19. Kondisi ini telah menjadi penurunan terbesar sejak pemerintah AS mulai membuat catatan pada 1947.

    Pada kuartal pertama, ekonomi AS menyusut pada tingkat tahunan sebesar lima persen, menandakan berakhirnya ekspansi ekonomi selama satu dekade setelah krisis keuangan global.

    "Kenaikan PDB kuartal ketiga mencerminkan upaya berkelanjutan untuk membuka kembali bisnis dan melanjutkan aktivitas yang ditunda atau dibatasi karena covid-19," kata Biro Analisis Ekonomi.

    Laporan itu menunjukkan kenaikan PDB riil pada kuartal ketiga yang mencerminkan peningkatan pengeluaran konsumsi pribadi, investasi persediaan swasta, ekspor, investasi tetap non-residensial, dan investasi tetap residensial, sebagian diimbangi oleh penurunan pengeluaran pemerintah federal dan belanja pemerintah negara bagian dan lokal.

    Ekonom dan pejabat Federal Reserve telah berulang kali berpendapat bahwa lebih banyak bantuan fiskal diperlukan untuk mempertahankan pemulihan ekonomi AS. Tetapi Kongres dan Gedung Putih tetap menemui jalan buntu selama putaran berikutnya dari RUU bantuan covid-19.

    Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin baru-baru ini mengadakan beberapa pembicaraan, tetapi perbedaan utama tetap ada. Dengan semakin dekatnya Hari Pemilu, para analis mengatakan sepertinya Kongres tidak akan meloloskan paket bantuan apa pun sebelum pemungutan suara selesai.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id