Dolar AS Masih 'Terkapar'

    Ade Hapsari Lestarini - 18 November 2020 06:53 WIB
    Dolar AS Masih 'Terkapar'
    Foto: dok MI.
    New York: Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat. Hal ini karena pelaku pasar mencerna data penjualan ritel bulanan yang baru dirilis.

    Melansir Xinhua, Rabu, 18 November 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,24 persen menjadi 92,4182.

    Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1864 dolar AS dari 1,1844 dolar AS pada sesi sebelumnya.

    Sementara poundsterling Inggris naik menjadi 1,3258 dolar AS dari 1,3189 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7304 dolar AS dari 0,7313 dolar AS.

    Selain itu dolar AS dibeli 104,20 yen Jepang, lebih rendah dari 104,58 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9105 franc Swiss dari 0,9126 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3084 dolar Kanada dari 1,3096 dolar Kanada.

    Di sisi data, Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel meningkat 0,3 persen pada Oktober, menyusul kenaikan 1,6 persen yang direvisi turun pada September.

    Estimasi median dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom memperkirakan penjualan ritel akan naik 0,5 persen di Oktober.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id