Minyak Dunia Bergelora Usai OPEC-Sekutu Sepakat Pangkas Produksi

    Antara - 02 April 2021 08:01 WIB
    Minyak Dunia Bergelora Usai OPEC-Sekutu Sepakat Pangkas Produksi
    Ilustrasi. FOTO: FREDERIC J. BROWN/AFP



    New York: Harga minyak dunia melonjak lebih dari USD2 per barel pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), setelah pertemuan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya (OPEC+) mencapai kesepakatan untuk secara bertahap memangkas pengurangan produksi mulai Mei.

    Mengutip Antara, Jumat, 2 April 2021, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei bertambah USD2,29 menjadi USD61,45 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik USD2,12 menjadi USD64,86 per barel di London ICE Futures Exchange.






    OPEC bersama Rusia dan produsen sekutu lainnya, setuju untuk mengurangi pembatasan produksi sebesar 350 ribu barel per hari (bph) pada Mei, 350 ribu barel per hari lagi pada Juni dan lebih lanjut 400 ribu barel per hari atau lebih pada Juli.

    Berdasarkan kesepakatan Kamis waktu setempat, pemotongan yang diterapkan oleh OPEC+ akan sedikit di atas 6,5 juta barel per hari mulai Mei, dibandingkan dengan sedikit di bawah tujuh juta barel per hari pada April.

    Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa dia berharap persediaan minyak global, parameter utama untuk industri minyak, akan kembali ke level normal dalam 2-3 bulan.

    Jennifer Granholm, menteri energi baru yang ditunjuk oleh Presiden AS Joe Biden, telah meminta pemimpin OPEC Arab Saudi mengenai kebijakan dan mengatakan energi harus tetap terjangkau, yang menandakan kelompok itu harus mempertimbangkan kenaikan produksi.

    Namun, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan pemulihan pasar masih jauh dari selesai. "Para pemain utama telah memutuskan bahwa waktunya untuk mendapatkan barel kembali di pasar, yang mengejutkan tetapi memungkinkan untuk beberapa fleksibilitas," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho Bob Yawger.

    Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan dalam pertemuan itu bahwa dia memperkirakan permintaan minyak global tumbuh 5-5,5 juta barel per hari tahun ini.

    OPEC+ telah mengurangi produksi sekitar tujuh juta barel per hari untuk mendukung harga dan mengurangi kelebihan pasokan. Selain itu, Arab Saudi melakukan pemotongan sukarela ekstra satu juta barel per hari. OPEC+ telah memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyaknya untuk tahun ini sebesar 300 ribu barel per hari karena penguncian baru.

    Prancis memasuki penguncian nasional ketiga dan sekolah ditutup selama tiga minggu untuk mencoba menahan gelombang ketiga infeksi covid-19. Terlepas dari gelombang baru, pasar Eropa telah memulihkan sebagian besar kerugian yang dipicu pandemi karena aktivitas manufaktur yang kuat.

    Data Maret menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik zona euro berpacu pada laju tercepat dalam sejarah survei. Minyak juga mendapat dukungan setelah Biden menguraikan rencana pengeluaran USD2,3 triliun untuk berinvestasi dalam proyek-proyek tradisional, seperti jalan dan jembatan, di samping mengatasi perubahan iklim.

    Tetapi sentimen pasar diredam oleh kenaikan tak terduga dalam klaim AS untuk tunjangan pengangguran. Stok minyak mentah AS turun secara tak terduga minggu lalu, membantu mendukung harga minyak, data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan.

    "Data persediaan menunjukkan bahwa situasi terus menjadi normal di pasar minyak AS," kata Analis Commerzbank Eugen Weinberg.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id