Rekor Baru dalam Sejarah, Indeks Dow Jones Tembus Level di Atas 30 Ribu

    Angga Bratadharma - 25 November 2020 07:25 WIB
    Rekor Baru dalam Sejarah, Indeks Dow Jones Tembus Level di Atas 30 Ribu
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Bursa Saham Amerika Serikat (AS) melonjak ke rekor baru pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan Dow Jones ditutup di atas level 30 ribu untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kondisi itu terjadi karena momentum positif berlanjut di Wall Street.

    Mengutip Xinhua, Rabu, 25 November 2020, indeks Dow Jones Industrial Average meroket 454,97 poin atau 1,54 persen menjadi 30.046,24. Di awal sesi, indeks 30 saham mencapai level tertinggi yakni di posisi 30.116,51.

    Sementara itu, indeks S&P 500 naik sebanyak 57,82 poin atau 1,62 persen menjadi 3.635,41, juga merupakan rekor penutupan. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq naik sebanyak 156,15 poin atau 1,31 persen menjadi 12.036,79.

    Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 naik, dengan sektor energi dan keuangan ditutup masing-masing 5,16 persen dan 3,53 persen. Sedangkan sektor real estat merosot 0,02 persen, satu-satunya kelompok yang menurun.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan delapan dari 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

    Di sisi data, The Conference Board yang berbasis di New York melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen AS tercatat di level 96,1 pada November atau turun dari 101,4 pada bulan sebelumnya. Angka tersebut tidak mencapai konsensus pasar.

    Sementara itu, Federasi Ritel Nasional (NRF) memperkirakan penjualan liburan selama November dan Desember akan meningkat antara 3,6-5,2 persen selama 2019, meskipun ada ketidakpastian akibat covid-19. Angka-angka yang diramalkan oleh NRF tidak termasuk dealer mobil, pompa bensin, dan restoran.
     
    "Mengingat pandemi, ada ketidakpastian tentang keinginan konsumen untuk berbelanja, tetapi dengan ekonomi yang membaik sebagian besar memiliki kemampuan untuk berbelanja," kata Kepala Ekonom NRF Jack Kleinhenz.

    Kleinhenz mengatakan rumah tangga memiliki neraca yang kuat didukung oleh pasar saham yang kuat, kenaikan nilai rumah dan rekor tabungan didorong oleh pembayaran stimulus pemerintah yang dikeluarkan awal tahun ini.

    "Setelah semua yang mereka lalui, kami pikir akan ada faktor psikologis bahwa mereka berhutang kepada diri mereka sendiri dan keluarga mereka untuk mendapatkan liburan yang lebih baik dari biasanya," kata Kleinhenz, sambil mencatat bahwa ada risiko terhadap ekonomi jika virus terus menyebar.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id